Minggu, 06 Mei 2018

Ikan

Malam ini..  23:06, di Kefamenanu,  di dalam ruang tak bercahaya.. Tubuh yang letih dan sepotong selimut berwarna biru muda meminta saya menulis......

Saya beri judul, "Ikan"

Berdasarkan pengamatan selama beberapa tahun terakhir, saya mengidentifikasi ada 2 jenis ikan berdasarkan umpan di "dunia ini"... :
1. Ikan yg sudah diberi umpan,  namun tak kunjung mendekat ke mata kail.
2. Ikan yg tidak diberi umpan,  namun selalu mencari kalau-kalau ada mata kail di sana.

Kesimpulan, 
dalam konteks perikanan sewajarnya ikan jenis 1 lah yang cerdas, dan ikan jenis 2 lah yang bodoh.
Tetapi dalam konteks "dunia ini" ..
betapa bodohnya ikan jenis 1, dan betapa menyebalkannya ikan jenis 2..

Oh ikan!

Fyi : sebelum tahu bahwa hal konyol ini akan ditulis,  sy telah menghabiskan sepotong ikan pepes dengan pengorbanan dan kesabaran.  Ada beribu duri manis yang perlu disingkirkan,  agar tidak melukai.

Sekian.🌹

Minggu, 18 Maret 2018

Thanks God

Malam ini si aku menyuruh saya menulis begini....
.
.
Hari ini saya bahagia..

Hari ini Tuhan tunjukan bahwa Dia mau pakai saya..  Dan saya siap!
.
.
Aku mungkin pernah bermimpi berada dalam ruang dan waktu itu..  Tapi sungguh,  itu hanya mimpi..
Jika ada daftar hal yang ingin kulakukan dalam hidup ini,  bisa ku pastikan menjadi seorang "pembawa kabar gembira" tidak akan ada dalam pilihan di daftar itu..   Kenapa?  "Bukan jalanku"..
Haha,  sungguh jawaban bodoh.. 

Jika Dia bilang "Ya"...  Siapa punya kuasa bilang "tidak" ?

.
.

Terima kasih Tuhan,  ini saya..  Pakai saya.. Tuntun saya agar berkembang dan semoga menjadi berkat buat semua orang..  😇
.
.

Sekian.  🌹

Jumat, 16 Maret 2018

Menghargai

Malam tadi ku menulis,

Kali ini kurajut ungkapan hatiku dalam bahasa tidak asing.
Bunyinya :

"I am just doing what you are doing to me..  If you don't know why,  so do I.. If you are confused,  so am I..  If you are annoyed,  so am I..
Let's make it easy,  KINDNESS BEGETS KINDNESS. "
Be positive!

Maknanya sangat dalam jika kau paham.  Semakin dewasa semakin sadari bahwa menghargai adalah 1 dari sekian hal paling sederhana yang masih sulit dilakukan...
Hal ini tidak akan menarik untuk kutulis,  jika tidak ada subjek yang memerankannya..
Benar,  temanku adalah subjeknya...

Ah,  sebenanya ini tulisan yang buruk..  Untuk pertama kalinya aku tidak tahu bagaimana menceritakannya, kemudian mengakhiri tulisan ini...

sekian.. 🍂

Ku katakan itu,  tapi mungkin suatu saat aku akan kembali memberi akhir padanya..  😅

Jumat, 02 Maret 2018

Suasana dan Rasa

Kam. feb.  8 2018..

pagi ini ku menulis..
Isinya penyesalan.
Jangan tanya mengapa,  karna ku tak kuasa membendungnya.
Jangan bilang ini hanya tentang diriku. Tidak.  Dia juga.

Iya,  kala itu ku akui ada suasana dan ada rasa. Mereka bekerjasama membuatku terbang, dan sialnya aku melayang di sana.

Lalu ketika ku menulis,  aku sedang berada di sini.. Ya, kau benar, aku sudah jatuh..  dan jika kau ingin tahu bagaimana rasanya,  kuberitahu, ini bukan tentang sakit pada ragaku tapi amarah dalam jiwaku..  itu rasanya..  jatuh,  dan amarah. . hahaha.. terserah jika kau anggap aku berlebihan..

Ku bilang,  aku tidak menyesal pernah melayang di sana. Itu terlalu manis,  kau tahu aku menikmatinya.  Tapi caraku kembali ke sini, itulah sesalku.. 

Atas nama rasa, ku imani aku benci..
Hei.. bukankah suasana dan rasa berteman..?  harusnya mereka tetap bersama ketika ku benci..
Tapi tunggu dulu.. sebenarnya ini bukan tentang suasana ataupun rasa...  Tapi tetap saja ini juga penting kujabarkan agar kalian & dia tau mengapa aku benci. .

Sekian ~ 🌹

Jumat, 23 Februari 2018

Bukan Pemain

Pagi ini ku menulis..

Benar,  bunga memang indah...
Tapi sayang,  dia sedang tertidur ketika kupandang..  Ya,  dia bunga tidur...

Ia memaksaku harus menulis pagi ini..

Kala itu sebut saja aku,  dia, kami  sedang dalam sebuah permainan..
Ini konyol, ku rasa kami sedang mempermainkan sebuah benda ke sana dan ke mari... Menarik.

Kini giliranku...  kulakukan senormal mungkin,  walau ku yakin dia dan aku tahu ada yg asing di sana..

Benda itu bergerak dariku..  Aku tidak tau secara pasti apakah itu bergerak cepat ataukah terlalu cepat.. 

Dan kali ini dia di sana,  menangkapnya secara tiba-tiba..
Dan kau tahu,  ku sebut ini kesalahan.. Ia menggenggam benda itu sebelum waktunya..   Ku berani berkata setelah ku sadari sebenarnya sebelum permainan dimulai,  di sana ada batas di mana kami harus berdiri..
Batas itu tidak kami janjikan,  tapi secara alami kami tahu itu ada.
Kini 1 kakinya telah melewati batas..
Tepat!  Itu salah.

Oke,  permainan mungkin tetap berlanjut,  tapi ku beritahu,  selanjutnya adalah hal yang aku atau mungkin dia juga,  merasa benci. .

Ingin mengakhiri,  sayang..

Ya ya ya...  Menyesal!
Kami, dia dan aku terburu-buru..
Dan apapun yg dilakukan dengan cara itu, hasilnya tidak akan pernah baik..
Percayalah...  Ini bukan pertama kali untukku..

Setelah bagian itu kutulis..
Ku sadar, dan kubenarkan.  Saat itu kami hanya sedang mempermainkan,  bukan memainkan..  Jangan salahkan siapa, karena sebenarnya kami bukan pemain.

Dengan senyum tanpa kerutan di sudut mataku, untuk pagi ini tulisanku berakhir. 😀

Sekian 🌹

Senin, 19 Februari 2018

Unreadable!

Pagi ini ku kembali menulis,
setelah kudapati membaca itu melelahkan, tapi tetap ku suka..

Kau tahu,  aku menulis sesuatu yang tak bisa dibaca!

Sekian. 🌹

Jumat, 29 November 2013

Naskah Drama Remaja Tentang Kisah Cinta

          


Dikarang & ditulis sendiri oleh :
Maria Agustina Indahwati Asa



Naskah ini dipersembahkan untuk :
Re-Xe (Kelas Xe, angkatan 2012/2013)
SMA NEGERI 1 KEFAMENANU,
TTU-NTT

***Bagi teman-teman yang tertarik, silahkan gunakan seperlunya... :)***


THANKS For READING. . !


Drama yang akan kami lakonkan berceritera tentang kisah cinta di sekolah, dimana seorang siswi bernama Clara, jatuh cinta pada Dika teman sekelasnya. Namun cintanya bertepuk sebelah tangan, setelah mengetahui bahwa sang pujaan hati ternyata malah menyukai salah satu guru mereka, Ibu Stefani. Selain itu, sikap dingin Dika terhadapnya membuat Clara merasa tidak diinginkan. Clara pun memutuskan untuk menjauhi sang pujaan hati. Namun sikap itu tidak membuat cinta Clara padam terhadap Dika. Tak berlangsung lama, sekolah kedatangan seorang guru baru yang ternyata adalah mantan kekasih Ibu Stefani, dan mereka masih saling mencintai...
          Nah,, kira-kira bagaimana kisah selanjutnya... apakah kedatangan sang guru baru membawa sebuah pengaruh baik bagi kisah cinta Clara, atau malah sebaliknya...?
          Simak juga bagaimana kelakuan kocak dari teman kelas mereka...

          Untuk mengetahui kisah selanjutnya, saya mengajak teman-teman semua untuk mengikuti adegan demi adegan dalam drama yang berjudul  “AKU, DIA , DAN MEREKA“ yang diperankan oleh saya sendiri Indah Asa sebagai narator, dan :

Irene Son                      Berperan Sebagai                Clara
Louis Ernesto Kefi      Berperan Sebagai                Dika
Imaculada Kefi            Berperan Sebagai                Ibu Stefani
Gregorian Baria          Berperan Sebagai                Pak Bryan
Irene Metboki             Berperan Sebagai                Pricilla
Imelda Sonbay            Berperan Sebagai                Imel
Kresensia Widodo      Berperan Sebagai                Leni
Maria Nahak                Berperan Sebagai                Rina
Damita Usnaat            Berperan Sebagai                Rani
Josef Pareira                Berperan Sebagai                Reno
Gregorius Bukifan      Berperan Sebagai                Christian
Kaitanus Parera          Berperan Sebagai                Roy
Jefrianus Suni             Berperan Sebagai                Evan
Jonas Araujo                Berperan Sebagai                Andre
Aku, Dia, & Mereka

Adegan 1
(Buka Tirai)
            Mentari pagi mengiringi langkah kaki seorang gadis menuju sekolah tempat yang wajib ia datangi setiap hari.

                Sambil berjalan menuju kelas, sesekali ia bernyanyi kecil...

            Sesampainya di depan kelas, tampak suara berisik mulai terdengar... Tak lain adalah suara ribut anak-anak kelas Xe... kelasnya sendiri...

            Sebelum masuk kelas, ia diam-diam mengintip kedalam kelas. . didapatinya keadaan seperti biasa...

            Rina, Rani, dan Reno sedang asyik berbincang dengan suara tertawa melengking... Leni, Imel dan Pricilla sedang asyik membahas soal... Christian dan Andre sibuk dengan ceritanya...  Dika, duduk sendiri dengan tangan terlipat rapih diatas meja, mengalas kepalanya..
Roy dan Evan pun turut mengambil bagian dalam keributan pagi itu...

            Clara memecah keributan...

Clara               :           Haaaiiii......s’lamat pagi teman-teman........ (Senyum) J

            Seisi penghuni kelas terdiam saat mendengar sapaannya... lalu menatap ke arah Clara...

Langkahnya terhenti dan raut wajahnya berubah... Pricilla dan Imel mencoba memecah keheningan saat itu.

Pricilla             :           Hai juga... semangat s’kali kamu pagi ini. (sedang duduk, menoleh ke                                arah Clara)

            (Sebelum Clara menjawab, kelas pun kembali ribut.)

Clara               :           yaa, sudah seharusnya seperti itu kan...

Imel                 :           Ya..ya..ya... cepat duduk sana...

Clara               :           hmm... (sedikit cemberut)
                                                                    
Pricilla             :           Kemari,, duduk disini...

Clara               :           Okay...

Pricilla             :           Liburan mu kemarin bagaimana... ada yang wo0w...? (tersenyum                                      geli) heheheh

Clara               :           Apaan sih... biasa ajaa... apanya yang wo0w... hahahah

            Kriiiiiinggg......¯ Bel masuk kelas berbunyi...
Mereka semua bergegas duduk ke tempat duduk masing-masing...
            Pelajaran 1, biologi...
            Ibu Stefani segera masuk ke kelas...  para murid pun mulai tenang...

Ibu Stefani       :           Selamat pagi anak-anak...!!! (menuju meja guru)

Murid              :           Selamat pagi bu guru...

Ibu Stefani       :           Bagaimana liburan kalian...? menyenangkan bukan? (sambil                                              terseyum)
                                                                                                                                      
Rina                 :           (dengan pedenya ) Iya dongg buu, jelas menyenangkan...
                                    Teman-teman... tahu gak,kemaren tuh aku menang undian buat dapat
                                    kiriman tanda tangannya Justin Bieber lhoo...!!!

Murid              :           Huuuuuu.... hu huuu...
           
            Suasana kelas kembali ribut...

Ibu Stefani       :           Ssst... sssttt. Sstt..... diaaam... semuanya.. (sambil memukul meja)
                                    Rina ..kalau benar begitu, baguslah... (tersenyum) ceritamu dapat kamu
                                    lanjutkan saat jam istirahat... okay..

Rina                 :           Iya bu... (dengan nada kecewa)

            Saat itu Dika masih tertidur pulas di atas meja... dan Clara mencoba membangunkannya..

Clara               :           sst, Dika bangun... sstt.. (dengan nada suara lembut dan pelan)

            Namun, belum sampai Dika tersadar Ibu Stefani terlanjur melanjutkan.

Ibu Stefani       :           Baik, anak-anak pada hari ini kita... (terhenti sejenak)

            Suara Ibu Stefani terhenti saat pandangannya mengarah pada seorang siwa yang sedang tertidur di kelas...

Ibu Stefani       :           Dika... Dika... (dengan nyaring dan keras)

            Kepala anak itu pun terangkat perlahan... Ia menoleh pada arah datangnya suara...
dan......

Ibu Stefani       :           Dika... mimpi apa kamu sampai tertidur pulas pagi-pagi begini...?

Murid              :           aaaaa...huu, huuu.. ahahahah

Ibu Guru          :           ssst.. diam..

Dika                 :           Ti.. tidak bu... (sambil menggaruk kepala dan tertunduk
            Clara tersenyum melihat tingkah Dika
Ibu Stefani       :           Lain kali jika kamu tertidur pada saat jam mata pelajaran saya lagi,                                  lebih baik kamu tidak usah mengikuti pelajaran saya lagi... !!                                             paham..?

Dika                 :           Paham bu.. (nada suara pelan)

Ibu Stefani       :           Nah, baik anak-anak... pagi ini pelajaran biologi kita akan masuk                                       pada bab yang ke enam ‘KEANEKARAGAMAN HAYATI’... (mulai                                          berdiri)

            Dika mulai memperhatikan ibu Stefani saat berbicara...
Clara pun diam-diam juga sudah sering memperhatikan tingkah Dika yang selalu memperhatikan saat Ibu Stefani  mengajar di depan. Yang menarik bagi Clara, adalah sepertinya perhatian Dika bukan hanya sekedar untuk materi yang disampaikan. Namun seperti ada sesuatu hal lain yang membuat cowok yang cuek dan pendiam itu selalu memperhatikan Ibu Stefani.
(Tutup Tirai)

            Pelajaran pagi itu berlangsung lancar seperti biasanya...

Kriiingggg...... ¯ bell istirahat.....


Adegan 2
            Di kantin sekolah..... saat jam istirahat...

(Buka Tirai)
            Tampak ramai murid berdatangan...

            Rina,Rani, dan Reno sedang asyik bercerita sambil menikmati jajanan...

Rani                 :           Rina, mana tanda tangan Justin Bieber yang tadi kamu bilang
                                    itu.....? (penasaran)

Rina                 :           e.. e.. hmm oyaa... a gue lupa tadiii.. (panik) tapi benar-benar ada                                                 lhoo... (meyakinkan)

Reno                :           hhmm,, Lupa..? apa nggak ada.. hayooo (senyum geli)

Rani                 :           hahahah... pasti bohong....

Rina                 :           Eeeehh... jangan ngomong sembarangan yeaaahh.... gak percaya                                      besok   gue bawa... liat ajaah... Itu kan menyangkut Idola guee...                                        masa’ sih gue bohong... apa kata Justin Bieber nanti...? hahahah                                       (tertawa lepas)

R+R                  :           Hhahahhah...

Reno                :           Kita liat ajaa...

            Tiba-tiba Dika melintasi tempat dimana  mereka bertiga duduk...

Rina                 :           eh,,, eh,, Ada Dika (memperbaiki dandanannya)

            Reno memperhatikan Dika dengan lirikan sinis... karena memang Dika adalah cowok yang paling disukai gadis-gadis di sekolah itu...
Rina                 :           Haiii Dika...  (menatap Dika)

            Disusul Rani...

Rani                 :           stt. Stt. Dika... (menggoda)
           
            Namun Dika tetap melintas dengan cueknya, seolah-olah tak ada apapun yang mengganggunya...

Rani                 :           ckckck... cueknya... (menggeleng-geleng kepala)

Reno                :           Hahahah... emang enak dicuekin.... ? udah tahu dia orangnya                                             pendiam, sok cool lagi... tapi kalian tetap aja suka sama dia...                                            heran...

Rina                 :           Itu dia... justru itu yang buat kita semakin suka... iaa kan Rani
                                    (senyum-senyum) J

Rani                 :           Hmm.. iaa donkk..
(Tutup Tirai)

            Kriiingggg.. ¯¯. Kriingggg... ¯¯  kringggg.. ¯¯ Bell panjang...

Tampaknya hari ini sekolah berakhir lebih awal...


Adegan 3
(Buka Tirai)

            Saat sepi di lorong sekolah...
Semua murid dan guru sudah pulang, kecuali tampak  seorang siswa sedang menyandar pada tembok lorong sekolah...
            Dan tiba-tiba Ibu Stefani muncul dari sisi lain, menuju anak itu...
Langsung diketahui bahwa itu adalah Dika...

Ibu Stefani       :           Sudah berapa lama kamu disini...?

Dika                 :           Baru 10 menit (tersenyum sambil melihat jam tangan)

Ibu Stefani       :           Mengapa setiap saya pulang selalu ada kamu di sini...?

Dika                 :           Karena saya memang menunggu Ibu untuk pulang bersama...

(Tutup Tirai)

            Tak disangka, memang ada sesuatu yang aneh diantara mereka...
Dika sudah lama memendam perasaan cinta kepada Ibu Stefani, namun perasaan itu sampai sekarang belum ia utarakan. Inilah asalan mengapa Dika selalu bersikap cuek dengan gadis-gadis yang menyukainya.

            Ia sudah sering menunggui Ibu Stefani yang memang selalu pulang paling akhir agar bisa pulang bersama... Ibu Stefani yang awalnya merasa itu hal yang wajar, kini malah merasa tidak nyaman... bagaimana tidak, seorang muridnya selalu menunggui untuk pulang bersama juga selalu memperhatikannya dengan cermat saat mengajar... hal yang wajar... namun apa artinya jika hal itu terjadi terus-menerus? Sedikit terlintas di pikiran Ibu Stefani mungkinkah anak itu mempunyai perasaan spesial untuknya?

            Sebelum hal itu benar terjadi, Ibu Stefani segera memutuskan mengambil tindakkan...

(Buka Tirai)

Ibu Stefani       :           Saya bisa pulang sendiri... kamu tidak perlu menunggui saya lagi...

Dika                 :           Mengapa...?

Ibu Stefani       :           Ya... saya bisa pulang sendiri (sedikit bingung menjawab)

                        Ibu Stefaani langsung pergi... Dika tidak dapat berkata apa-apa... sepertinya ia telah mengerti maksud perkataan ibu Stefani tadi...  Dika hanya tertunduk pasrah melihat kepergian ibu Stefani...

(Tutup Tirai)

Adegan 4
           
            Hari berikutnya... disekolah...
Suara gaduh terdengar seperti biasa dikelas Xe... tampaknya hari ini guru mata pelajaran kimia tidak masuk sekolah...

(Buka Tirai)

            Semua murid kelas Xe berada di dalam kelas...
Seperti biasa murid-murid sibuk dengan kesibukannya... bercerita... tertawa ria... ada juga yang serius...

            Ketika itu Imel sedang asyik membaca buku sendirian..
Leni datang menghampirinya dengan membawa sebuah buku...

Leni                 :           Imel...

Imel                 :           Hhmmm... (bergumam cuek sambil terus membaca)

Leni                 :           Maaf mengganggu...

Imel                 :           Hhmmm... (kembali bergumam)

Leni                 :           Boleh tanya tidak...?   (tampak ragu-ragu)

            Mendengar pertanyaan Leni, konsentrasi membaca Imel sepertinya terganggu...
Imel langsung mengangkat wajahnya menatap wajah Leni...

            Leni terlihat kebingungan..
Tak lama, Imel kembali menunduk dan menjawab...

Imel                 :           Apa?

Leni                 :           ee.. e... mm (kebingungan)

            Imel kembali mengangkat wajah melihat Leni...
R+R+R             :           Huaaaahahaha. hahahhahaaa

            Ternyata Rina,Rani, dan Reno turut memperhatikan tingkah Imel dan Leni saat itu... lantas mereka bertiga pun tertawa lepas...

            Kriiiingg...¯¯ bel istirahat...            tidak terasa sudah jam istirahat...
semua murid bergegas keluar kelas...
(Tutup Tirai)

Mulai dari jam mata pelajaran pertama sampai istirahat, tidak ada guru yang masuk ke kelas Xe...

Adegan 5
(Buka Tirai)
            Di perpustakaan...
Saat itu Clara dan Pricilla sedang merapihkan buku-buku yang berserakan diatas meja...
Tiba-tiba terdengar suara ibu Stefani memanggil Clara...
            “Clara................. Clara......... “

Pricilla             :           eh...  Ibu Stefani panggil tuh...

Clara               :           e’ iaiaia... tunggu bentar yah..
           
            Clara segera bergegas pergi... 
Karena terburu-buru, Clara tidak memperhatikan pandangannya dengan baik. Dan kemudian...
            Brukkkh.....

Clara               :           aduhh...

            Clara terjatuh... tanpa sengaja ia menabrak seorang pria yang berpenampilan rapih...

Pak Bryan        :           oh.. maaf..       (sambil membantu Clara berdiri)

Clara               :           ee.. tidak.. maaf, saya yang salah tidak memperhatikan jalan..
           
            Clara berdiri sambil menunduk..

Pak Bryan        :           ya.. tidak masalah..

            Ibu Stefani kembali memanggil...

Ibu Stefani       :           Clara.... Clara..

Clara               :           maaf saya harus segera pergi.. (bergegas lari)

            Pak Bryan masih diam di tempat... dengan pikiran sepertinya suara yang barusan memanggil Clara sudah tidak asing di telinganya..  kemudian ia berbalik ke arah Clara berlari..
Dilihatnya Clara sedang berbincang dengan seorang wanita yang ternyata memang sudah tidak asing baginya..
(Tutup Tirai)

            Kriingggg...¯¯ bell tanda jam istirahat telah selesai...

Adegan 6     
(Buka Tirai)

            Di kelas Xe... jam pelajaran bahasa Inggris...kali ini suasana kelas tampak tenang... walaupun tanpa guru...
Waktu itu Dika duduk tenang sambil melipat tangan... sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu dengan serius...            di tengah ketenangan itu, Clara memperhatikannya...
Lalu memberanikan diri untuk meyapa Dika dengan duduk di bangku kosong sebelah Dika...

Clara               :           Heii... (tersenyum,,,memukul pelan tangan Dika sambil duduk)

Dika                 :           Mau apa duduk di situ...? (dengan dinginnya,tanpa melihat Irson)

Clara               :           Hmm,, memangnya salah ya kalau saya duduk di sini...?

Dika                 :           (menggeleng)

Clara               :           Bangku ini kan kosong...

            Walaupun bersikap cuek, Dika tetap menanggapi dengan sedikit menggeleng, namun wajahnya terlihat  tampak gelisah... Kali ini entah mengapa guru bahasa inggris juga tak kunjung masuk kelas...
Memanfaatkan kesempatan itu, Clara mulai  bertanya-tanya pada Dika...

Clara               :           Em,m... kamu lagi mikirin apa...? kok wajah kamu aneh begitu...
                                    (sedikit            senyum)

Dika                 :           Aneh...? (menatap Clara)

            Tatapan Dika itu membuat Clara menjadi gugup... dan Clara mulai mengalihkan perhatian Dika...

Clara               :           e. e. tugas bing mu yang dikerjakan liburan kemaren sudah selesai                                    yah...? (gugup)

            Dika tidak menjawab pertanyaannya... ini membuat Clara semakin terpuruk... dan kemudian,,,

Dika                 :           Sebenarnya apa tujuan mu duduk di sini...?

            Kelihatannya Dika mulai mengakrabkan diri dengan Clara...

Clara               :           Kita kan sekelas,sudah hampir setahun. Tapi saya tidak merasa kita
                                    sekelas..

Dika                 :           Oya...? (tersenyum)

Clara               :           Iyaa.. setiap hari kamu terlihat selalu diam,dingin,cuek... jarang-
                                    jarang kamu berinteraksi dengan teman lain.. Apa sih maksud dari                                    semua itu? Apa memang kamu orangnya seperti itu...?

Dika                 :           Menurutmu...?
Clara               :           ahh... benar...  malas bicara dengan orang sepertimu... (melipat                                        tangan dengan kesal, berbalik ke arah yang berlawanan dengan                                        Dika)

            Clara sedikit kesal... bagaimana tidak, berbicara dengan orang yang hanya menjawab seperlunya saja...

Dika                 :           Kamu marah...?

            Kali ini, gantian Clara yang tidak menjawab...
Dika melanjutkan...

Dika                 :           Boleh tanya sesuatu...?

            Mendengar Dika bertanya seperti itu,dengan semangat Clara berbalik dan menjawab..

Clara               :           iaaa.. boleh...

Dika                 :           hm.. menurutmu, haruskah menyatakan perasaan pada orang yang                                   tidak seharusnya...?

            Clara diam sejenak... mencerna pertanyaan Dika dengan baik...

Dan kemudian Clara menjawab dengan memperjelas pertanyaan Dika...

Clara               :           Apa maksudmu kamu menyukai seseorang yang seharusnya tidak boleh
                                    kamu sukai..?

Dika                 :           Ya...

            Clara kembali diam... pikirannya mulai terganggu dengan pertanyaan... “siapakah orang itu?”  “apa berada di sekolah ini?”...

            Kemudian Clara menjawab dengan bijak..

Clara               :           Siapapun dia, dan apapun yang terjadi.. nyatakan perasaanmu                                           selagi   masih ada kesempatan... Jangan ditunda...  (tersenyum) J

Dika                 :           Baik... thanks.... (senyum,,,,,,melihat Clara)
           
            Clara pun membalas dengan senyum.... Tiba-tiba...

Rina                 :           Hellloooww......... lagii ngomong apa...?  Justin Bieber yah... serius                                                 amat..(suara nyaring... sinis)

            Clara dan Dika hanya terdiam, dan tersenyum lagi...

Pak Bryan        :           Good Day.... (masuk kelas)

Murid              :           Good Day Sir...
            Rina,, begegas kembali ke tempat duduknya..
Para murid terlihat heran melihat pria yang satu ini tiba-tiba datang menyapa mereka..

Christian          :           sstt..   Siapa tu..?

Andre              :           Tauu...? (mengangkat kedua bahu)

            Pak Bryan melanjutkan..

Pak Bryan        :           Baik, kalian semua pasti bertanya-tanya.. siapa saya... siapa orang                                                yang berdiri di depan...? Perkenalkan, saya Gregorian Bria panggil                                                saja Pak Bryan.. Saya datang kesini sebagai seorang guru baru...                                          saya di percayakan kepala sekolah untuk menggantikan guru
                                    B. Inggris kalian yang sudah pindah..

Rina                 :           ooouuu.... Trus,, status....??

Murid              :           huuuu, huu....

Pak Bryan        :           hahah... status...?  status apa...?

Rina                 :           single kek.. jomblo kek.. gitu-gitu Pak....
Christian          :           Huuu..

Pak Bryan        :           sstt.t... status saya single...

Rina                 :           Yesss.... hahah

Pak Bryan        :           Oya... itu tadi perkenalan singkat saya...
                                    Sekarang giliran kalian memperkenalkan diri pada saya... langsung                                   nama sapaan...

Pricilla             :           Perkenalkan, nama saya ­_________ (berdiri,,, kembali duduk, dst..)

Reno                :           Nama saya ­­­_________

Imel                 :           Nama saya_________

Leni                 :           Nama saya_________

Rina                 :           Nama saya________bieber....

Rani                 :           Nama saya________

Clara               :           Nama saya________

Pak Bryan        :           oyaa,.... kamu yang tadi tabrakkan dengan saya di perpus kan...

Clara               :           i. Iaa Pak...

Pak Bryan        :           Oo... ternyata kelasmu disini.....  ok. Lanjut..
            sekarang giliran Dika, namun karena mengantuk ia tidak konsentrasi..

Pak Bryan        :           heiii...

            Clara segera menegur Dika dengan pelan..

Dika                 :           e...Nama saya ­­­­________

Pak Bryan        :           Kenapa kamu..?

Dika                 :           Tidak Pak..

Pak Bryan        :           Lanjut...
(perkenalan lanjut sampai selesai)

            Kemudian Pak Bryan melanjutkan...

Pak Bryan        :           Ok. Baik... berhubung waktu kita tinggal sedikit saja, jadi saya belum                                 bisa mulai mengajar hari ini...
           
Reno                :           Yesss...

Pak Bryan        :           Hmm,, pelajaran kalian yang terakhir sudah sampai bagian yang                                       mana...
Imel                 :           Narrative Text Pak...

            Kriiinggg...... bel tanda pulang sekolah berbunyi...

Christian          :           yes..

Pak Bryan        :           Oo..hmm.. baik, waktu kita selesai.. (berdiri)
                                    Pertemuan berikut kita lanjutkan materi itu...

Murid              :           Ia pak...

Pak Bryan        :           Good Afternoon... (langsung keluar kelas)

            Setelah pak Bryan keluar, murid-murid pun bergegas pulang...
(Tutup Tirai)

Adegan 7
(Buka Tirai)

            Kembali lagi seperti hari kemarin...
Kali ini Dika berada di lorong sekolah dengan raut wajah gelisah, tak seperti biasanya...

            Ditempat lain dan masih di sekolah, Clara dan Pricilla sahabatnya belum pulang sekolah... mereka masih sempat duduk di bangku taman sekolah...  pikiran Clara terus terganggu dengan pertanyaan Dika tadi... Ia sudah menceritakan semuanya kepada Pricilla...

Clara               :           Siapa orang yang dimaksud Dika tadi...?
                                    Apa orang itu juga bersekolah di sini...?
                                    Kelas berapa dia...? aahh.... (menghentak kaki)
Pricilla             :           ah, kenapa sih...? sampai segitunya mengekspresikan rasa
                                    penasaranmu... hmm, jangan-jangan....... (tersenyum)J

Clara               :           emm... jangan-jangan apa...? (tersenyum)J

Pricilla             :           Tahu atau pura-pura tidak tahu....? hayooo...

Clara               :           hahah.. apaan sih... hm.. tapi menurut kamu, Dika orangnya                                               bagaimana?

Pricilla             :           Cie..cie..  emangnya kenapa...? kamu suka ya sama dia....
                                    hmm...  Jmenurut saya... dia orang yang susah ditebak...  ya kamu                                   tahu sendiri kan, dia oranya tertutup... diaamm terus... hanya bicara
                                    seperlunya.. tapi, dibalik semuanya itu sepertinya dia punya sesuatu                                  yang menarik, yang bisa buat kamu suka kan.. heheh

Clara               :           heheh.. ia.. sepertinya begitu... baru mendengar dia bicara satu
                                    kalimat saja, sudah buat penasaran... apa kalimat selanjunya...

Pricilla             :           nah... berarti terbukti sekarang...

Clara               :           haa..? apa...? (bingung)

Pricilla             :           yaa, kamu benar-benar suka sama dia....

Clara               :           hahah .. yaa, gitu deh...

            Keduanya mulai tertawa...
            Tiba-tiba ponsel Pricilla berdering..¯¯

Pricilla             :           hallo...
                                    Hm.. iaia.. daaah..

            Saudara Pricilla ternyata sudah menunggu di depan sekolah..

Pricilla             :           eh.. sorry ya.. saya harus pulang duluan.. Cindy sudah menunggu di
                                    depan...

Clara               :           ok.. Tidak masalah... cepat sana... (senyum) J

Pricilla             :           (berdiri, lalu pergi) daaaahh......... (senyum) J

            Kini Clara sendirian.. kemudian ia berpikir untuk segera pulang juga karena sekolah semakin sepi...
(Tutup Tirai)

Adegan 8
(Buka Tirai)

            Masih sendiri Dika menunggu di lorong sekolah...
Kegelisahan itu semakin menjadi-jadi ketika Ibu Stefani muncul di ujung lorong menuju ke arah Dika berdiri...
            Kali ini wajah ibu Stefani juga tampak aneh... sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu yang serius pada Dika...
            Ketika sampai di depan Dika...

Ibu Stefani       :           Mau mengajak pulang bersama...? (sambil melipat tangan, dengan                                   raut wajah kurang bersahabat)

Dika                 :           Ia... tapi ... (terhenti sejenak)

Ibu Stefani       :           hm..? tapi apa?

Dika                 :           saya ingin mengatakan sesuatu..

Ibu Stefani       :           baik, saya juga ingin mengatakan sesuatu pada kamu..
                                    Lalu apa yang ingin kamu katakan pada saya..?

            Dengan keyakinan penuh Dika berkata...

Dika                 :           Saya suka ibu.. saya tahu ibu sendiri..  apa ibu mau jadi kekasih                                          saya..?

            Sulit dipercaya... Dika berani mengungkapkan perasaannya... ibu Stefani terdiam sejenak dan kemudian berkata...

Ibu Stefani       :           h... saya mengerti.. terima kasih untuk perasaan mu..
                                    Tapi saya minta maaf, saya tidak bisa menerima perasaanmu... saya                                 lebih membutuhkan seorang pria... bukan seorang anak laki-laki..

            Mendengar itu, Dika tertunduk diam...  dan menjawab..

Dika                 :           kenapa...? nantinya pun saya akan menjadi seorang pria...

Ibu Stefani       :           ya.. benar.. ...tapi saya cuma bisa bilang maaf..
                                    Dan mulai saat ini, saya harap tidak ada perbincangan seperti ini..                                                jangan menunggu lagi setiap hari.. lakukan hal yang wajar seperti                                                 temanmu yang lain... itu yang ingin saya katakan padamu..

Dika                 :           tapi...

Ibu Stefani       :           anggap saja semuanya ini tidak pernah terjadi... permisi (segera                                       berlalu)

            Saat itu keadaan Dika menjadi semakin terpuruk.. seiring berlalunya sosok ibu Stefani dari hadapannya...

            Ternyata selama kejadian itu berlangsung,dari kejauhan Clara menyaksikan semuanya... Clara tak percaya orang yang dimaksud Dika ternyata adalah ibu Stefani... Clara bergegas pergi dari tempat itu, namun saat membalikkan badannya tubuhnya menabrak seseorang yang ada di belakangnya dan ternyata adalah pak Bryan...

Clara               :           aaaahhhh.... sorry pak, tidak sengaja..!!
Pak Bryan        :           ya.. tidak apa-apa..

Clara               :           e... sudah berapa lama pak Ryan di situ...??

Pak Bryan        :           selama kejadian itu berlangsung.. (sambil tersenyum)
(Tutup Tirai)

Adegan 9
(Buka Tirai)

            Dalam perjalanan pulang...
Kali ini Clara pulang bersama pak Bryan.. sambil berjalan  mereka berbincang-bincang mengenai kejadian yang baru mereka lihat..

Clara               :           Sulit dipercaya.. Dika benar-benar berani..

Pak Bryan        :           kenapa...? kamu heran, Dika seorang murid dan Ibu Stefani seorang                                              guru?

Clara               :           hm..

Pak Bryan        :           tidak masalah kan..? setiap orang berhak menyukai siapa saja..

Clara               :           tapi..

Pak Bryan        :           Ya..saya mengerti maksudmu..

Clara               :           Ibu Clara pun tadi begitu tegas menolaknya.. bagian itu saya suka..
                                    (tersenyum) J

Pak Bryan        :           (tersenyum) Itulah Stefani.. sejak dulu sampai sekarang tidak pernah
                                    berubah..

Clara               :           sejak dulu...?  apa pak Bryan sudah lama mengenal Ibu Stefani..

Pak Bryan        :           Ya.. sangat kenal..
Clara               :           sangat kenal? apa kalian bersahabat..?

Pak Bryan        :           bisa ya..bisa juga tidak..

Lalu                 :           lalu..? (bingung)

            Pak Bryan kemudian menceritakan masa lalunya dengan Ibu Stefani yang pernah menjadi kekasihnya..

Pak Bryan        :           Dulu kami pernah berpacaran.. kurang lebih 4 tahun.. sejak SMA
                                    kelas 1. kami saling mencintai.. (tersenyum) Ketika tamat SMA                                          orang tua Stefani ingin ia melanjutkan sekolah di Jogja
                                    sedangkan orang tua saya ingin saya lanjut di Bandung, bersama                                       kakak saya... akhirnya kami terpisah.. 1 tahun kami menjalani                                            hubungan jarak jauh.. awalnya tidak terlalu sulit, namun semakin                                        hari kami semakin sibuk dengan urusan masing-masing, hingga                                              komunikasi kami sempat terputus 2 bulan. Kami merasa hubungan                                ini semakin sulit, dan akhirnya kami putuskan untuk berpisah.. sejak                                  saat itu sampai sekarang kami benar-benar putus komunikasi..
Clara               :           Tunggu pak..
                                    Apa sejak putus sampai selesai kuliah, kalian tidak pernah                                                  bertemu..?

Pak Bryan        :           Pernah.. hanya sekali saat ada seminar untuk mahasiswa se-                                              Indonesia di Jakarta.. kebetulan waktu itu saya adalah salah satu                                       mahasiswa utusan dari kota Bandung..

Clara               :           Terus...?

Pak Bryan        :           Pertemuan itu pun tak berarti apa-apa.. hanya sekedar saling                                            bertegur sapa..

Clara               :           oh..sungguh kisah cinta yang menyedihkan..

Pak Bryan        :           hm..

Clara               :           oyaa.. m m,apa sampai sekarang pak Bryan masih punya perasaan
                                    dengan Ibu Stefani..?

Pak Bryan        :           Saya tidak tahu... bahkan saya tidak mengerti perasaan saya                                              sendiri..

Clara               :           hah..? bagaimana bisa ?.. saya sarankan
                                    mulai saat ini pak Bryan coba memahami perasaan sendiri.. agar pak                               tahu bagaimana kelanjutan cerita cinta yang sebenarnya..

Pak Bryan        :           Hm.. baiklah..

Clara               :           (tersenyum) J
(Tutup Tirai)

            Perbincangan itu tampaknya sangat menarik, hingga mereka betah membahasnya.. J


Adegan 10  
            Hari berikutnya...   di sekolah... kelas Xe
(Buka Tirai)
           
            Semua murid duduk dengan tenang.. Jam pelajaran pertama, bahasa Inggris..
            Pak Bryan masuk kelas...

Evan                :           Stand Up Please (semua berdiri).... Greetings..

Murid              :           Good Morning Sir...

Pak Bryan        :           Morning...  if everything is present ...?

Clara               :           Yes, Sir...

Pak Bryan        :           O.K. ..  in this morning we will learn about the "Narrative text"
                                    So, what is the “narrative text...?”
Evan                :           (mengangkat tangan) Narrative Text is ...................

            Selama pelajaran berlangsung, sesekali Clara melirik Dika...
Raut wajah Dika terlihat sedih... sepertinya ia masih memikirkan kejadian kemarin...

Pak Bryan        :           Open your book on page 21... read the story and answer the                                               question..

Kriiiingg....¯¯

Pak Bryan        :           ooh..  the time is over... pertanyaan itu dijadikan pr...
                                    Setelah  saya keluar, kalian jangan pergi kemana-mana karena ada hal                                         yang akan diberitahukan kepada kalian... Understand..??

Murid              :           Yes Siiiir.......

Pak Bryan        :           Ok. Go0d by .............(berjalan keluar kelas)

Murid              :           Go0d by Sir...

            Suasana kelas mulai ribut seperti biasa...........
Rina, Rani, dan Reno mulai berkumpul....
Dika pergi keluar kelas..

Reno                :           eh...eh.. dengar-dengar sekolah kita mau adakan acara nih...

Rina                 :           What...??
Rani                 :           Acara apa..?

Reno                :           Masa kalian lupa.?

            Rani dan Rina diam... saling melirik lalu dengan tegas berkata..:

Rani + Rina      :           Ya.!! Kami lupa...

Rina                 :           Sekarang kasih tahu...

Rani                 :           Cepat !!

Reno                :           (dengan wajah kesal).. ya acara ultah sekolah kita lah...

Rani + Rina      :           O0o.. iaa yaa... J

Reno                :           (masih dengan wajah kesal sambil menghela nafas)

            Tiba-tiba Ibu Stefani masuk kelas...

Ibu Stefani       :           Pagi....

            Rina,Rani, dan Reno segera memperbaiki posisi duduk...

Murid              :           Pagi buu....

Ibu Stefani       :           baik... ada pemberitahuan untuk kalian semua...
                                    2 hari lagi adalah ulang tahun sekolah kita... dan telah disepakati                                      untuk diadakan sebuah acara... jadi kalian semua diharapkan turut
                                    mengambil bagian dalam acara ini...

R+R+R             :           Yeeeess....!!!

Ibu Stefani       :           maaf sebelumnya,karena acara ini diputuskan mendadak... jadi                                         karena waktu persiapannya hanya 2 hari, kami putuskan agar kalian
                                     menampikan sebuah drama singkat... bagaimana..? apa kalian                                         setuju?

Murid              :           Setuju bu...
                                               
            Imel ingin bertanya, lalu mengakat tangan..

Ibu Stefani       :           Ya.. bagaimana Imel..?

Imel                 :           Masa untuk ulang tahun sekolah kita hanya menampilkan drama saja..?

Leni                 :           Ia buu...

Ibu Stefani       :           Ia, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya.. waktu                                                 persiapannya hanya 2 hari,  bagi sebagian orang hal ini sulit                                             bukan...? sebenarnya kami ingin sekali Clara menyanyikan sebuah                                        lagu di acara itu namun, apakah Clara bersedia..?

Clara               :           oh..tentu bu... saya sangat bersedia... J
                                   
Ibu Stefani       :           Terima kasih Clara J..

            Kemudian Reno bertanya..

Reno                :             Ibu, kalau saya ingin mengisi acara juga bagaimana...?

Ibu Stefani       :             Apa benar...?

Reno                :             Benar bu..

Ibu Stefani       :             Apa yang ingin kamu tampilkan...?
Reno                :             Sebuah tarian ala Super Junior... heheheh..

Ibu Stefani       :             Baiklah, terimakasih untuk antusiasme kalian... lakukan yang                                           terbaik... saya percaya, kalian semua bisa melakukannya.. J
                                    (sambil melihat jam) oyaa, satu lagi... mulai jam pelajaran                                                             berikutnya dan dua hari kedepan kita akan fokus latihan, jadi untuk                                   sementara kegiatan belajar terpaksa ditunda sampai acara selesai...

Murid              :           Yyeeeesssss...

Ibu Stefani       :           (berdiri) begitu bel istirahat, kalian semua tolong berkumpul di                                          ruang seni untuk tahu lebih jauh mengenai acara ini... (keluar kelas)

Murid              :           iiaa buu....

            Saat ibu Stefani pergi, suasana kelas kembali ribut...
Rina,Rani, dan Reno kembali berkumpul... dan Clara melirik kearah tempat duduk Dika...
Dika belum juga kembali sejak keluar tadi..
            Lalu Clara juga pergi menyusul Dika...
(Tutup Tirai)

Adegan 11

            Di taman..
(Buka Tirai)

            Didapatinya Dika sedang duduk menyendiri di bangku taman sekolah...

Clara               :           sst.. lagi galau yaah...? semakin hari tampang mu semakin aneh... J

Dika                 :           (tetap diam)

Clara               :           Kenapa tadi tidak masuk kelas...?

Dika                 :           Malas..

Clara               :           hmm, bagaimana perasaanmu itu..? sudah diungkapkan..? (sambil                                    duduk di samping Dika)
           
            Clara pura-pura tidak tahu mengenai kejadian kemarin..

Dika                 :           Jangan bicarakan hal itu lagi...

Clara               :           kenapa...?
Dika                 :           Semuanya sudah selesai...

Clara               :           Maksudnya..?

Dika                 :           sudah... (nada agak tinggi)

Clara               :           (tertunduk) m.m... sebenarnya saya sudah tahu semuanya...                                               termasuk kejadian kemarin...

Dika                 :           Terus..?

Clara               :           Kamu jangan sedih.. Dunia mu belum berakhir tanpa Ibu Stefani ..                                                 selain   Ibu Stefani, masih banyak gadis seumuran kamu di luar                                          sana.. yang bisa mengerti perasaan mu dan...

Dika                 :           Apa urusan mu dengan semua ini..?

            Dika memotong kata-kata Clara..  perbincangan ini semakin serius...
Tampaknya Dika merasa tidak nyaman dengan perhatian Clara padanya..

Clara               :           Sebagai teman, saya hanya ingin memberikan saran dan pendapat..

Dika                 :           Mulai sekarang, apapun itu jangan ikut campur dengan urusan                                          saya..Ini hidup saya, biarkan saya mengaturnya sendiri..
           
            Hati Clara cukup sakit mendengar Dika berkata demikian, kemudian menjawab..

Clara               :           (tertunduk) Baik, jika itu mau mu... saya tidak akan ikut campur lagi
                                    dengan urusanmu.. tapi perlu kamu tahu, saya melalukannya karena saya
                                    peduli dan karena saya... saya...

Dika                 :           (bangkit berdiri dan pergi)

            Belum selesai Clara berbicara, Dika sudah terlanjur pergi.. padahal Clara ingin sekali mengatakan bahwa ia menyukai Dika...
           
            Sedih dan sepi menemani Clara yang duduk di bangku taman sendirian..
Perasaannya hancur seiring kepergian sang pujaan hati dari tempat itu...
            Perasaan cinta yang selama ini ia pendam tak dapat diungkapkan...
Yang ada hanya kekecewaan dan kekesalan..
            Orang yang disukai & dicintai tak mengerti..... bahkan tak peduli apa yang ia rasakan..

            Sosok seorang pria tiba-tiba menghampirinya..

Pak Bryan        :           sedang apa kamu sendirian disini...? (tanpa menatap Clara)

Clara               :           Tidak... tidak sedang apa-apa... J

Pak Bryan        :           benar..?  lalu kenapa wajahmu terlihat sedih? patah hati..?

Clara               :           Pak tahu dari mana..

Pak Ryan         :           Seperti hari kemarin.. saya menyaksikan semuanya...

Clara               :           (mengangkat kedua tangan menutupi wajahnya)

Pak Bryan        :           “Jangan sedih, duniamu belum berakhir tanpa Dika”.. bukan                                              begitu..?

            Clara menatap Pak Bryan karena kalimat yang baru dikatakan sama seperti yang dikatakan Clara pada Dika tadi....

Clara               :           Mulai sekarang, saya akan berhenti mencintainya.. saya akan
                                    melupakannya...

Pak Bryan        :           “You never really stop loving someone. You just learn to try to live                                     without Them”. (Kamu tidak akan pernah bisa berhenti mencintai
                                    seseorang. Kamu hanya harus belajar bagaimana hidup tanpa dia)

Irson                :           Really..?

Pak Bryan        :           hm.. J
           
            Kriiiggg.. kriinggg..¯¯¯ (bel istirahat)

Pak Bryan        :           Ayo.. segera ke ruang seni... semuanya pasti sudah menunggu...

Clara               :           hm.. (mengangguk)    (Tutup Tirai)
Adegan 12

Di ruang seni...
           
(Buka Tirai)
            Semua murid (kecuali Clara) telah berkumpul di ruang seni untuk mengetahui lebih jauh mengenai acara itu ..

Ibu Stefani       :           Selamat siang semua...

Murid              :           Siang buu...

Ibu Stefani       :           Apa semuanya sudah lengkap...?

Pricilla             :           Belum bu... Clara belum ada.. ia pergi sejak ibu keluar tadi..

Ibu Stefani       :           Pergi...? (heran)

Pak Bryan        :           (masuk ke ruangan bersama Clara)
                                    Permisi... siang semuanya.... maaf tadi saya ada sedikit keperluan dengan
                                    Clara sehingga ia sedikit terlambat..

            Clara segera duduk bergabung dengan Pricilla..

Ibu Stefani       :           O0o.. iaa.
                                    Baik... Karena Clara dan Reno sudah bersedia mengisi acara,                                             sekarang silahkan Pak Bryan memilih pemeran utama dramanya...           
                                    Ibu Stefani dan Pak Bryan tampaknya masih saling menunjukan                                         sikap yang dingin..

Pak Bryan        :         ok.. sebelumnya saya akan menggambarkan sedikit tentang drama                                   ini.. Judulnya “Aku, Dia, dan Mereka” ...

Rina                 :           Huuuu.. Wo0w..

Pak Bryan        :           Ceritanya tentang kisah seorang gadis SMU yang jatuh cinta dengan
                                    teman sekelasnya... beberapa kali ia menunjukkan perhatiannya                                        kepada laki-laki itu, namun dia tak kunjung sadar akan perasaan                                        gadis. Orang itu justru merasa terganggu dengan perhatian sang
                                    gadis. Ternyata laki-laki itu jatuh cinta pada orang lain..
                                    Sang gadis pada akhirnya menyadari itu dan berusaha menjauh dari                                 sang pujaan hati. Cinta laki-laki itu pun ternyata bertepuk sebelah
                                    tangan juga, orang lain yang ia cintai ternyata mencintai orang lain                                  juga..Laki-laki itu pun hanyut dalam kesendirian... kini ia turut                                            merasakan apa yang dirasakan gadis yang mencintainya saat itu..
                                    setiap hari laki-laki itu selalu memikirkan sang gadis.. hingga timbul
                                    perasaan cinta.. ia pun memberanikan diri meminta maaf pada sang                                gadis atas sikapnya.. sang gadis yang masih mencintainya pun
                                    memaafkan.    Seiring berjalannya waktu, keduanya pun menjadi
                                    sepasang kekasih...  Sang gadis yang sempat patah hati itu sangat                                      bahagia akhirnya Ia berhasil meluluhkan sang pujaan hati...
                                    Inilah kisah cinta pertamanya semasa SMA yang baginya terasa                                         begitu indah..
                                   
Pricilla             :           ohh... kisah yang indah...

Reno                :           Jadi, kira-kira yang jadi cowoknya siapa pak...?

Pak Bryan        :           begini,, saya baru disini.... jadi saya tidak begitu paham dengan                                         karakter kalian masing-masing... namun, beberapa hari terakhir                                        saya sudah memperhatikan beberapa orang yang menurut saya bisa                            menjadi pemeran utama dalam drama ini...
                                    Untuk peran utama laki saya percayakan pada Christian...

Reno                :           haah... (heran)

Pak Bryan        :           Ya.... Christian... bagaimana..? apa kamu bersedia...

            Christian diam sejenak... berpikir bagaimana cara menolaknya, karena ia tidak bersedia.. kemudian menjawab :

Christian          :           Maaf Pak, saya tidak bisa....

Pak Bryan        :           Alasannya...?

Christian          :           Pokoknya tidak bisa pak....

Pak Bryan        :           Tidak bisa atau tidak mau...?

            Christian kembali diam,....,... kemudian menjawab :

Christian          :           Tidak mau pak... (suara pelan, agak menunduk)

Pak Byan         :           Baiklah... apa boleh buat kalau kamu tidak mau...
           
            Kemudian pandangan pak Bryan terhenti pada Dika yang sedang duduk melipat tangan...

Pak Bryan        :           Kalau Dika...? bagaimana,, bersedia..?

            Dika sedikit terkejut, dan menjawab....

Dika                 :           Terserah pak saja..

Pak Bryan        :           Baik,, pemeran utama laki-lakinya...  Dika.

            Semua murid langsung bertepuk tangan...
Saat itu Clara langsung menatap ke arah Dika.... Dika menyadari itu dan langsung mengalihkan pandangannya...   Clara semakin sedih..

Rani                 :           Nah,, sekarang pemeran utama perempuannya siapa pak..?

Pak Bryan        :           Pemeran utama perempuannya sudah saya pikirkan sebelumnya...
                                    Clara... apa kamu bersedia..?

R+R+R             :           Hah,, Clara..?

Pak Bryan        :           Ya.. Clara, kamu bersedia kan..?

            Clara menjadi bingung... ia sudah dipilih untuk menyanyi di acara itu, namun ia juga ingin sekali mengambil bagian dalam drama itu, karena kisah drama itu menarik baginya...
            Murid-murid pun mulai protes..

Andre              :           Ah, tidak bisa pak...

Evan                :           Ia pak... Clara sudah dipilih untuk menyanyi, masa Ia juga harus menjadi
                                    pemeran utama...
           
            Suasana di ruang musik mulai ribut...

Pak Bryan        :           Ya, tidak masalah...  setelah menyanyi, ia bisa bermain drama...

Ibu Stefani       :           Tidak bisa pak... bagaimanapun masih ada murid yang lain disini..
           
            Situasi kurang bersahabatpun menyelimuti ruang seni siang itu...

Pak Bryan        :           Baik,, untuk anak perempuan, siapa yang bersedia...? katakan saja ..

            Dengan spontan Rina mengangkat tangan...

Rina                 :           Saya paaaak... (senyum)

            Ibu Stefani Langsung pergi keluar ruangan...  Pak Ryan menyaksikan kepergiannya...

Pak Bryan        :           Rina,,, kamu pemeran utamanya....

R+R                  :           haha... baguss...

            Kriiingg... kriingg....¯¯¯¯ bel pulang sekolah berbunyi..

Pak Bryan        :           Pertemuan kita hari ini berakhir... besok kita lanjutkan dengan                                           mulai berlatih..

Murid              :           Ia Pakk...

Pak Bryan        :           Selamat siang..

Murid              :           Siang Paaak...
(Tutup Tirai)

Adegan 13
                Di ruang guru ...
(Buka Tirai)

Sementara semua guru sudah pulang... Ibu Stefani duduk sendirian di mejanya...
Ia terlihat tidak bersemangat...
            Pak Bryan yang ternyata belum pulang juga, masuk ke dalam ruangan...

Pak Bryan        :           Stefani, belum pulang...?
Ibu Stefani       :           (diam....melirik ke arah Pak Bryan, kemudian mengalihkan pandangan)

            Ibu Stefani tampaknya masih kesal dengan sikap Pak Bryan tadi...

Pak Bryan        :           Kamu marah...?

Ibu Stefani       :           Kenapa harus marah...?

Pak Bryan        :           Jujur saja... semua terlihat dari raut wajah mu...

Ibu stefani       :           Sejak dulu sampai sekarang sama saja... tidak berubah...

Pak Bryan        :           Apa itu...?

Ibu Stefani       :           Sifat egoismu...   tidak peduli perasaan orang lain...

Pak Bryan        :           Ya..That’s Me...  saya yang dulu, sama dengan saya yang sekarang...
                                    begitu pun dengan... dengan...

            Sebenarnya Pak Bryan ingin mengatakan “Begitupun dengan perasaan saya kepada kamu....” namun ia merasa ini belum saatnya.... kemudian...

Ibu Stefani       :           Dengan apa...?

Pak Bryan        :           hzz...Bukan apa...        kamu belum pulang...?

Ibu Stefani       :           Belum...

Pak Bryan        :           Kapan kamu mau pulang...?

Ibu Stefani       :           Setelah kamu pulang,, saya pun akan pulang...

Pak Bryan        :           Saya tidak bisa meninggalkan seorang wanita sendirian di tempat                                                 yang sepi...      jika sebenarnya kamu tidak ingin pulang bersamaan                                  dengan saya, silahkan kamu pulang duluan...
Ibu Stefani       :           (berdiri)  baik, selamat siang... (mengambil tas,langsung pergi)

(Tutup Tirai)

            Sebenarnya pak Bryan dan ibu Stefani masing-masing masih saling mencintai...
Namun karena sudah sekian lama terpisah, tanpa komunikasi dan kini bertemu kembali mereka merasa canggung satu sama lain... tampak sulit bagi mereka untuk sekedar akrab sebagai teman guru...

Adegan 14
            Keesokan harinya,, di sekolah...
(Buka Tirai)

Masih begitu pagi... masih tampak sepi...
            Hari ini Clara datang lebih awal... sesampai di kelas, ternyata Dika sudah ada di dalam...
Clara sedikit terkejut saat melihat Dika... Ia segera menaruh tas dan  segera keluar...
            Clara sepertinya sudah benar-benar ingin melupakan Dika... Diam-diam, hal itu membuat Dika terganggu, kini Dika merasa sesuatu telah hilang darinya...

            Tak lama kemudian, teman-teman lain berdatangan memenuhi bangku-bangku kosong..
Kelas pun menjadi ribut seperti biasa..

            Ibu Stefani masuk kelas...

Ibu Stefani       :           Selamat pagi semua...

Murid              :           Pagi Buu...
Ibu Stefani       :           Masih semangat.. (senyum)

Murid              :           Masih Buu..

Ibu Stefani       :           Ya.. harus begitu.. masa pagi-pagi sudah letih... hhh
                                    Nah, bagaimana apa hari ini siap untuk latihan...?

Murid              :           Siappp buu...

Ibu Stefani       :           Semuannya hadir...?

Clara               :           Hadir buu... Lengkap..

Ibu Stefani       :           (sambil membongkar-bongkas tas mencari ponsel) baik,, sekarang                                                            semuanya ke ruang seni, kita akan latihan di sana...

Murid              :           Iaa bu..

            Sepertinya Ibu Stefani meninggalkan ponselnya di mejanya di ruang guru...

Ibu Guru          :           Roy...

Roy                  :           Ia bu...

Ibu Stefani       :           Kemari sebentar...      (sementera murid lainnya meninggalkan                                          kelas) Tolong ke ruang guru, lihat di meja saya ada hp saya apa                                         tidak...Kalau tidak ada di atas meja, coba lihat di laci...

Roy                  :           Baik bu...

Ibu Stefani       :           Nanti langsung ke ruang seni, saya di sana..

Roy                  :           (Mengangguk, kemudian pergi...)

(Tutup Tirai)


Adegan 15

            Di ruang seni...
(Buka Tirai)

Tampak masing-masing sibuk dengan urusannya... Clara dan Reno sedang bernyanyi bersama...
Rina sedang melatih akting bersama Rani.. Leni,Imel, dan Pricilla sedang berceritera...
Dan murid laki-laki lainnya juga sedang belajar berakting...
            Ibu Stefani yang sedang duduk, kemudian berdiri dan mondar-mandir gelisah menunggu ponselnya... kemudian Roy datang..

Roy                  :           Maaf bu.. sudah saya cari di sekitar meja ibu, tetapi hp ibu tidak ada...

Ibu Guru          :           Hah...?  yang benar,,?

Roy                  :           Ia bu...

Ibu Guru          :           Ya terima kasih.. silahkan bergabung dengan teman yang lain...

Roy                  :           (segera berbalik dan pergi ke arah temannya)
            Ibu Stefani tampak gelisah... ia mencoba mengingat dimana ia menaruh ponselnya...
Kemudian kegelisahannya hilang ketika Pak Bryan datang...

Pak Bryan        :           Good Morning Every body... (sambil membawa naskah drama)

Murid              :           Good Morning Sir...

Pak Bryan        :           Sorry, I’m late because................because satu dan dual hal... hhhh
                                    (senyum) => (murid-murid juga tersenyum)
                                    Oya.. ini naskah dramanya... (sambil membagikan naskah) tolong di baca
                                    .. untuk pemeran tambahan dan figuran sudah saya sesuaikan, jadi
                                     silahkan dihafalkan.. 

            Setelah membagikan naskah, pak Bryan langsung menyapa Ibu Stefani....

Pak Bryan        :           Hai... lagi gelisah...?

Ibu Stefani       :           Sok tahu... (cuek)

Pak Bryan        :           ... ya, saya tahu...

Ibu Stefani       :           Sudahlah.. urusi dramamu saja...

Pak Bryan        :           (tampak kecewa) hm, baik... (sambil merogoh saku) ini hp mu, tertinggal
                                    di kamar mandi, Ibu Siska yang menitip pada saya...(langsung berbalik,
                                    pergi)

            Belum sempat mengucap terima kasih, Pak Bryan sudah terlanjur pergi...
Ibu Stefani merasa bersalah karena sudah bersikap cuek pada pak Bryan yang sepertinya sudah mulai mengakrabkan diri dengannya...

Ibu Stefani       :           Reno,,, Clara,,
R+C                  :           Iaa buu...

Ibu Stefani       :           Kemari, kita latihan....

R+C                  :           (langsung menuju ibu Stefani, duduk)

Ibu Stefani       :           Jadi kira-kira lagu apa yang ingin Clara nyanyikan nanti...

            Mereka mulai berbincang-bincang mengenai lagu yang akan dinyanyikan...
Terkadang Clara menyanyikan sepenggal lagu... dan juga Reno bergantian menunjukkan tariannya...

            Di sisi lain, pak Bryan menyuruh Rina untuk menunjukkan aktingnya... namun apa yang terjadi...???

Pak Bryan        :           Rina, coba kamu berakting seperti di naskah bagian ending. Raut wajah
                                    Bahagia....

            Rina mencobanya.... namun tidak bisa.....

Pak Bryan        :           Apa kamu tidak bisa melakukannya?...

            Rina kembali mencobanya, namun tetap tidak bisa...

Rina                 :           Saya minta maaf pak... hampir semua adegan dapat saya lakukan,,                                   namun adegan terakhir ini terasa sulit sekali... entah mengapa saya                                  tidak bisa melakukannya ...

Pak Bryan        :           Bagaimana bisa...? ini adalah bagian ending yang menarik, dan                                         kamu tidak dapat melakukannya... (kecewa)

Rina                 :           Sekali lagi saya minta maaf pak... kalaupun saya harus diganti, saya
                                    bersedia..

Pak Bryan        :           Baik...  Pricilla, apa kamu bisa...?

Pricilla             :           Maaf, tidak bisa pak..

Pak Bryan        :           Leni...? Imel...? Rani...? (ketiganya menggeleng)
                                   
            (Pak Bryan keluar ruangan)
            Pak Bryan begitu kecewa... bagaimana tidak...? waktunya tinggal hari ini dan besok, namun pemeran utamanya bermasalah... apa yang akan terjadi nanti..? drama ini berlanjut, atau di tiadakan...??

            Ibu Stefani menyadari itu, dan diam-diam bertanya pada Clara..

Ibu Stefani       :           Apa kamu bisa melakukannya...

Clara               :           Ya... sepertinya saya bisa..
Ibu Stefani       :           Lalu, apa kamu bersedia jadi pengganti Rina...?
Clara               :           Hah..?  ya kalau memang bagian itu dapat saya lakukan dengan                                         baik, saya bersedia..

Ibu Stefani       :           Bagus... tunggu sebentar yaa... kalian silahkan melanjutkan                                                latihannya..
                        Lalu Ibu Stefani keluar menyusul pak Bryan....

(Tutup Tirai)

Adegan 16
            Di taman...
(Buka Tirai)
           
                Ibu Stefani datang menghampiri pak Bryan...
Ibu Stefani       :           Bryan... tampaknya kamu begitu kecewa... (sambil duduk di                                               samping pak Bryan)
            Pak Bryan tidak menjawab...
Ibu Stefani       :           Bagaimana kalau kembali gantikan Rina dengan Clara...?
            Pak Bryan pun menjawab...
Pak Bryan        :           Awalnya kamu tidak setuju... tapi kenapa sekarang, kamu                                                   menawarkan Clara..?
Ibu Stefani       :           Selain karena tidak ada yang bersedia selain Clara, saya sendiri                                         merasa dia juga mempunyai kemampuan dalam hal ini......
Pak Bryan        :           ya.. begitupun dengan saya...
Ibu Stefani       :           sebelumnya saya minta maaf dan terima kasih...

Pak Bryan        :           for what...?

Ibu Stefani       :           maaf karena telah membuat waktu persiapannya yang semakin                                         pendek dengan hal seperti ini... andai saja sejak kemarin saya                                            menyetujui Clara menjadi pemeran utama... L

Pak Bryan        :           No problem Stefani... jadi maksudnya kamu sekarang sudah setuju Clara jadi
                                    pemeran utama..?

Ibu Stefani       :           Yeah.. thats right... and thanks karena sudah kembalikan hp saya...

Pak Bryan        :           (Tersenyum) ur wellcome.. J
(Tutup Tirai)

Adegan 17
Buka Tirai)
                Pak Bryan dan Ibu Stefani kembali kedalam ruang seni...
Ibu Stefani menuju ke arah Reno dan Clara...

Ibu Stefani       :           Bagaimana latihan kalian...? apa sudah mantap...?

Reno                :           Ya lumayanlah buu... apa ibu mau melihatnya...?

Ibu Stefani       :           ee... boleh, tapi besok saja... saya percaya kalian...
                                    Dan Clara, saya mengijinkan kamu untuk bergabung dalam drama...                                 di sana kamu akan menggantikan Rina...

            Clara sangat senang...

Clara               :           Ah, yang benar bu...?

Ibu Stefani       :           Ya, benar... sekarang kamu boleh pergi bergabung dengan mereka...

Clara               :           Baik buu, terima kasih... J (langsung pergi bergabung)

Reno                :           Lho... terus, saya bagaimana bu...?

Ibu Stefani       :           haha... ayo, kita juga pergi melihat latihannya... (bangkit berdiri &                                                pergi)

            Saat latihan drama...

Pak Bryan        :           Nah baik semuanya, saya dan ibu Stefani sudah memustuskan                                            untuk mengganti Rina dengan Clara...

Christian          :           Ahh... tidak bisa pak....

Pak Bryan        :           Saya mengerti apa yang kalian maksud... memang Clara sudah                                          dipilih untuk menyanyi... Tetapi diantara murid perempuan disini                                                 tidak ada yang bersedia...Di sisi lain, Clara juga punya bakat dalam                           hal ini... otomatis yang bisa diharapkan hanya Clara... dia pun
                                    menyetujuinya...

            semuanya terdiam...

Evan                :           Baiklah pak,, kami semua mengerti... untuk itu, mari kita mulai                                                     latihannya... dari pada membuang-buang waktu....

Pak Bryan        :           Terima kasih untuk pengertian kalian semua...
                                    Clara apa kamu sudah membaca isi naskah...?

Clara               :           Ya sudah Pak... J

            Mereka pun mulai membahas satu per satu adegan dalam drama tersebut...
Hingga pada akhirnya...
Pak Bryan        :           Jadi, pada adegan 22 nanti setelah Dika menyatakan cinta,                                                             perasaanmu    haruslah sangat bahagi... saat itu kamu akan duduk                                                 di sebuah bangku di        taman....
                                    (mulai mengangkat sebuah bangku dan menata seolah-olah sedang                                  di atas panggung)..saat Clara duduk sendirian, nah kalian semua
                                    langsung datang menghampirinya dari belakang...  tapi satu                                              persatu...

Andre              :           Ooo begitu...

Pak Bryan        :           Bagaimana...? sudah paham..?

Murid              :           Sudah pak...

Pak Bryan        :           Ok.. baik (sambil melihat jam) latihan hari ini cukup sampai disini.
                                    Besok kita bertemu disini lagi...

Murid              :           iiaa pak...

Pak Bryan        :           jangan lupa berlatih lebih keras... waktu kita tinggal satu hari lagi....

Murid              :           iia pakk...

Pak Bryan        :           silahkan pulang, selamat siang...

Murid              :           Siang pak...

            Semua murid dan ibu Stefani bergegas keluar ruangan... pak Bryan keluar paling terakhir...
(Tutup Tirai)

Adegan 18

                Di ruang guru...
(Buka Tirai)
Kembali seperti kemarin... Ibu Stefani sendiri di dalam ruang guru...
Pak Bryan datang menghampiri...

Pak Bryan        :           Kelihatannya kamu senang keadaan yang sepi...
                                    Setiap hari selalu pulang paling akhir...

Ibu Febi           :           Ya.. dengan sendiri, saya bisa mengingat kembali hal apa yang telah                                 saya lakukan seharian ini... apakah semuanya berjalan dengan                                           baik... ataukah sebaliknya...

Pak Bryan        :           Lalu bagaimana dengan hari ini...? berjalan dengan baik...?

Ibu Stefani       :           Sepertinya begitu... hari ini saya merasa ada sesuatu yang telah                                        lama hilang, dan hari ini, sesuatu itu telah kembali...

Pak Bryan        :           Apa itu...?

Ibu Stefani       :           Saya pun tidak tahu...

Pak Bryan        :           oh...  Stefani...
Ibu Stefani       :           hm..?

Pak Bryan        :           boleh tanya sesuatu...?

Ibu Stefani       :           apa..?

Pak Bryan        :           apa kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang...?

Ibu Stefani       :           hahah... tidak...  memangnya kenapa...?

Pak Bryan        :           baguslah kalau begitu...
                                    Apa kamu mencintai seseorang...?
Ibu Stefani       :           Ya.. tentu...

Pak Bryan        :           Siapa...?

Ibu Stefani       :           Kamu tidak perlu tahu... lalu bagaimana denganmu...?

Pak Bryan        :           oh... sama sepertimu...

Ibu Stefani       :           lalu, orang yang kamu cintai...?

Pak Bryan        :           ada di depan ku.... J

            Sulit di percaya... saat pak Bryan mengatakan itu, Ibu Stefani jadi salah tingkah...

Ibu Stefani       :           Saya...?

Pak Bryan        :           Tidak... hantu....
                                    Yaa kamulah...  hm.. langsung saja, Stefani..... sebenarnya sejak kita                                  berpisah sampai sekarang, saya belum bisa melupakanmu...  selalu                                   memikirkan kamu...Sampai pada akhirnya saya berpikir, apa                                          salahnya jika   kita mencoba melanjutkan kisah cinta kita yang                                          sempat terhenti..... apa kamu mau kembali melanjutkan kisah ini...?
           
            Hal inilah yang ditunggu-tunggu Ibu Stefani...
Sebab ia juga masih sangat mencintai Pak Bryan... ^^

Ibu Stefani       :           (tersenyum J) hm.. baiklah...
                                    Mulai hari ini.. kisah kita berlanjut. (keduanya saling menatap dan
                                    tersenyum J)
(Tutup Tirai)

            Konflik antara Pak Bryan dan Ibu Stefani akhirnya selesai.... Tapi masih ada yang belum selesai... apa itu...?
Tetap saksikan drama kami untuk mengetahui kelanjutannya.... ^^

Adegan 19
               
                Di sekolah...
(Buka Tirai)

Di depan ruang guru... ibu Stefani yang masih rapih dengan tas jinjingnya berdiri sambil melihat jam tangannya... ia menunggu seseorang..   kemudian datang pak Bryan,,

Pak Bryan        :           Sorry sudah membuatmu menunggu...

Ibu stefani       :           Tak masalah...(melipat tangan)... hal ini pun tidak pernah berubah...

Pak Bryan        :           hehe... (menggaruk kepala)
            Dari kejauhan terlihat Dika yang sedang berjalan menuju arah mereka....
Tiba-tiba muncul sebuah ide dalam benak pak Bryan...

Pak Bryan        :           Dika..... kesini sebentar...

Ibu Stefani       :           Apa-apaan ini... (bicara pelan)
Dika                 :           (menghampiri) bagaimana Pakk...?

            Tampaknya Dika sudah melupakan yang pernah terjadi antara ia dan Ibu Stefani...

Pak Bryan        :           saya sedikit mengubah dialog naskah bagian terakhir antara kamu                                                dan Clara... jadi ini (sambil memberikan naskah yang sejak tadi di                                                 pegang) naskahnya, karena hanya ada satu, silahkan kalian lihat                                          bersama...

Dika                 :           hah..

Pak Bryan        :           kenapa...?

Dika                 :           tidak pak. Permisi (langsung balik dan pergi)

            Begitu Dika pergi....

Ibu Stefani       :           Sekarang saya tahu maksudnya.... J
(Tutup Tirai)

Adegan 20
(Buka Tirai)

            Di ruang seni....  semuanya sedang berlatih...
Dika duduk sendirian melihat-lihat naskah... namun yang dipikirkan adalah Clara...
Sejak perbincangan mereka di taman sampai sekarang mereka belum bicara satu sama lain...
Bagaimana caranya agar Ia bisa menunjukkan naskah itu pada Clara dan melihatnya bersama...
Sesekali ia melirik ke arah Clara yang sedang berlatih dengan Reno...
            Pada akhirnya ia memutuskan untuk menghampiri Clara...

Dika                 :           (berjalan ke arah Clara) Clara............ (ragu-ragu)

Clara               :           Ya...?
           
Dika                 :           Terjadi sedikit perubahan pada dialog kita bagian terakhir...
                                    Karena naskahnya hanya satu,, mari kita lihat bersama...

Clara               :           (saling lirik dengan Reno) hm... baiklah, kemari duduk di sini...                                           (menunjuk bangku kosong di sebelahnya)

Dika                 :           hm.. (sambil duduk)  ini naskahnya....

            Mereka berdua melihat bersama naskah itu...... terkadang mereka tertawa bersama....
Terlihat akrab.... Dika yang biasanya terlihat kaku dengan keadaan... kini mulai terbiasa...

            Karena merasa di cueki,, Reno akhirnya pergi meninggalkan Dika dan Clara sendiri........
Kesempatan tersebut, Dika gunakan untuk membicarakan satu hal...

Dika                 :           Clara...

Clara               :           iaa...

Dika                 :           Saya minta maaf,, telah menyakiti perasaanmu saat di taman waktu                                 itu...

Clara               :           oh.. tidak masalah... semuanya telah berlalu... Lupakan saja                                               kejadian ituJ

Dika                 :           Tapi,, saat itu, sepertinya ada yang ingin kamu katakan... apa itu?

Clara               :           ee... tidak.. bukan apa-apa...

Dika                 :           oh ya..?

Clara               :           hm... yaa...

Dika                 :           kalau begitu, saya yang akan mengatakan sesuatu...

            Raut wajah Clara mulai berubah....  ia mulai salah tingkah...

Dika                 :           Clara... sebenarnya saya....

Clara               :           hm...

Dika                 :           saya....

            Tiba-tiba Pak Bryan dan Ibu Stefani masuk.........

Pak Bryan        :           Good morning all.......... (semangat)

Murid              :           Moorrniiiinggg....

Pak Bryan        :           Bagaimana latihan kalian...... kami sengaja masuk terlambat agar                                                 kalian bisa latihan sendiri...

Christian          :           Ciee... kompaakk ooww.....

Ibu Stefani       :           sstt....

Murid              :           Huuu... huu...
           
            Pak Bryan mengalihkan perhatian....

Pak Bryan        :           Sstt.. sudah-sudah... cukup..!!
                                    Dika... Clara silahkan tunjukkan hasil latihan kalian....
           
            Dika dan Clara maju kedepan.... keduanya berdiri saling berhadapan....
Dika memegang tangan Clara...
Ibu Stefani       :           Andre....

Andre              :           Ia buu..

Ibu Stefani       :           Tolong ambilkan satu bangku...

Andre              :           (Langsung mengambil bangku)

            Ketika berjalan menuju arah Ibu Stefani,, tiba-tiba Pak Bryan mengambil kursi itu dan menaruhnya untuk ibu Stefani....

Rina                 :           cie.. ciee...

Rani                 :           jangan- jangan....

Reno                :           ohh ternyata...

Murid              :           hahahahha

Pak Bryan        :           Sttst... Dika lanjutkan...

Dika                 :           Clara.... sudah lama saya memendam perasaan ini... perasaan
                                     dimana saya selalu merasa terganggu dengan adanya kamu
                                     didalam pikiran saya             setiap saat... sebelumnya saya minta maaf,
                                    saya menyesal pernah membuatmu menangis.. Sampai pada
                                    akhirnya saya memutuskan ini adalah waktu yang tepat untuk
                                    mengungkapkannya... (memegang tangan clara) Clara.... apakah                                       kamu mau jadi kekasih saya.....?

Clara               :           Dika... terimakasih untuk perasaan mu... tapi...

Dika                 :           Tapi...

Clara               :           Tapi saya tidak bisa menolaknya... saya harus menerimanyaJ

Dika                 :           Terima kasih...

            Seisi kelas terdiam....

Pricilla             :           ohh... So sweet...

Pak Bryan        :           (tepuk tangan) yaa... baguss... seperti itu...

Ibu Stefani       :           tidak salah memilih kalian berdua..... kalian terlihat begitu serasih...
                                    Andai saja, kalian benar-benar pacaran...

Pak Bryan        :           baiklah... bagaimana dengan yang lainnya... ?? Reno..?

Reno                :           ia pak..

Pak Bryan        :           tunjukkan hasil latihanmu....

            Reno maju ke depan...

Reno                :           pak... karena waktunya terbatas saya hanya akan menunjukkan                                          tariannya sedikit...

Ibu Stefani       :           tidak masalah... lanjutkan...

            Reno mulai menari..... gerakkan badannya begitu lincah.... memang penampilannya hanya sebentar, namun cukup mengibur.. Reno begitu  percaya diri sehingga Ibu Stefani mengijinkannya untuk tampil..

Pak Bryan        :           Yaa... bagus...  terus berlatih dengan waktu yang tersisa ini Reno...

Reno                :           baik pak..

Pak Bryan        :           Lalu murid yang lain bagaimana...?
                                    Oh ya Christian...

Christian          :           ia pak..

Pak Bryan        :           Nanti setelah selesai drama, kamu langsung berdiri didepan                                              mengambil gambar.. ok..

Christian          :           ok Paaakk....

Ibu Stefani       :           Clara... sekarang kamu duduk di sini... lakukan adegan 22...
                                    Leni.. Imel.. semuanya... siap-siap... masuk satu-satu....

            Mereka semua berlatih sungguh-sungguh untuk besok.... semuanya tampak lebih baik... Semoga acara besok dapat berlangsung pula dengan baik...

Ibu Stefani       :           baik semuanya.... kumpul di sini...

            Semua murid bergegas berkumpul....

Ibu Stefani       :           Latihan kita sampai di sini... semuanya sudah selesai... tinggal kita
                                    menunggu besok...  semoga semuanya berjalan dengan lancar                                           sesuai yang diharapkan... Sebelum kita mengakhiri latihan hari ini,                                   apakah ada pertanyaan...?

Leni                 :           Ibu... besok kami berpakaian apa...?

Ibu Stefani       :           Oh ia ya...  hampir lupa....  untuk semuanya waktu drama,                                                  menggunakan seragam putih abu-abu... karena drama ini berkisah                                    tentang masa-masa SMA...    Reno dan Clara juga begitu, tetapi saat                                 bernyanyi nanti boleh mengganti pakaian....

Leni                 :           Baik bu..

Ibu Stefani       :           baik.. kalau begitu sekarang semuanya boleh pulang....  terus                                             berlatih di rumah ya... selamat siang...

Murid              :           siang buu....

            Semua murid keluar ruangan..

Hari ini Reno, Rani, Rina, Imel dan Leni pulang sekolah bersama... dalam perjalanan...
Reno                :           aduh.... jadi tak sabar menunggu hari esok..

Imel                 :           cape deh...!!

Rina                 :           ya.. kita lihat saja besok... mudah-mudahan berjalan dengan                                              lancar...

Leni                 :           amin...!!

Merekapun tertawa bersama...
(Tutup Tirai)

            Keesokan harinya...
(Buka Tirai)

Hari ini adalah hari dimana perayaan ultah sekolah akan dirayakan... para murid sibuk membenahi panggung yang akan digunakan... terlihat sosok Reno yang sedang berlatih di samping panggung... Clara, Pricilla, Leni, Imel sedang menata bunga-bunga di sekitar panggung....Evan dan Dika mengatur kursi-kursi... Christian dan Andre menata tirai.. lalu bagaimana dengan Pak Bryan dan Ibu Stefani....?? mereka berdua masing-masing sedang memberi arahan pada murid-murid... sejam kemudian pukul 08:00.. para tamu undangan telah berdatangan.. menjelang pukul 09:00 acara diintruksikan untuk segera dimulai...
Saat itu juga Dika mengajak Clara untuk pergi sebentar ke taman....

             Dan acara pun dimulai tepat pukul 09:00.. sambutan-sambutan dari berbagai pihak pun dimulai...
(Tutup Tirai)

Adegan 21
                Di taman...
(Buka Tirai)

Sementara acara sambutan berlangsung... Dika dan Clara duduk berdua di bangku taman....
Dika sudah semakin menyukai Clara... Dan ia ingin mengungkapkan itu sebelum mereka memulai drama....

Clara               :           untuk apa kamu mengajak saya kesini...??

Dika                 :           saya ingin mengatakan sesuatu....

Clara               :           apa...???

Dika                 :           Clara.. sebenarnya saya.. (terhenti sebentar. sambil menarik napas                                   ragu2)

            Tiba-tiba.. dari kejahuan.. muncul sosok 3 orang yaitu Reno,Rina, dan Rani... mereka bertiga melintas di depan Clara dan Dika.. tapi tak satupun dari mereka menyadari bahwa Dika dan Clara sedang berdua di taman.. setelah beberapa detik melintas di depan Dika dan Clara..barulah mereka menyadarinya...

Rina                 :           oh my GOD.. oh my God... oh my GOD...!!
Reno                :           sedang apa kalian berdua di sini...??
            Dika dan Clara tak menjawab.. mereka terlihat malu-malu...

Rani                 :           oh... ternyata....
Rina                 :           apa urusan kita...?? Rani, Reno.. ayo kita pergi...

            Mereka bertiga pergi.. namun sebelumnya...

Reno                :           kita harus bersiap-siap, segera ke samping panggung...

            Mereka bertiga kembali pergi.. tidak ada waktu lagi untuk Dika mengungkapkan perasaannya.. tanpa melanjutkan perbincangan mereka yang terpotong tadi... mereka berdua segera bergegas kembali ke tempat acara...

            Sesampainya di sana...tiba saatnya Clara mengisi acara dengan sebuah lagu.. ketika hendak naik ke atas panggung....
Dika                 :           S’mangat....!!! J

Clara               :           Terima kasih....

            Clara naik ke atas panggung..

Clara               :           baik hadirin dan teman-teman.... lagu yang akan saya bawakan ini
                                    menggambarkan perasaan saya saat ini...

            Clara mulai bernyanyi.... Dika memperhatikannya... lagunya begitu menyentuh.. menggambarkan perasaan Clara saat ini.. setelah Clara bernyanyi, sekarang giliran Reno untuk tampil... tampaknya ia begitu gugup... sejak tadi terlihat gelisah...

Ibu Stefani       :           kamu gugup Reno..??

Reno                :           ia bu... sedikit...

Ibu Stefani       :           tak masalah... semuanya pasti berjalan dengan baik..!! S’mangat... J

            Reno naik ke atas panggung... ia memulai tariannya... tak begitu lama hanya sekejap, namun cukup menghibur...
            Selesai menari.. Reno turun dari panggung, dan mereka semua mempersiapkan drama mereka yang kemudian akan tampil 15 menit lagi...

Clara               :           Dika... sebenarnya apa “yang ingin kamu katakan nanti”..??

Dika                 :           sesuatu yang sangat penting...

            Tiba-tiba....

Pak Bryan        :           apa kalian semua sudah siap..??

Murid              :           sudah pak....!!

Dika                 :           tidak ada waktu lagi.... yang saya katakankan, ada di adegan 22                                         nanti...

Clara               :           ha...??!!
Pak Bryan        :           Clara... cepat segera naik ke atas panggung...

            Drama dimulai... adegan demi adegan dilewati.. hingga pada adegan 22..
Clara sedang menyapu ruang kelas.. dilihat sahabat-sahabatnya yang sedang bersama dengan kekasihnya masing-masing.. rasanya begitu asik.. sahabat baik telah dimilikinya... namun sosok seorang kekasih belum pernah hadir dalam hidupnya.. yang ada hanyalah patah hati yang pernah menghiasi kisah cintanya... dalam kegalauannya.. orang yang membuatnya patah hati datang menyatakan sebuah kebenaran... sosok seorang laki-laki berdiri di depannya... apa yang terjadi....????

Dika                 :           Clara.... sudah lama saya memendam perasaan ini... perasaan                                           dimana saya selalu merasa terganggu dengan adanya kamu didalam                                pikiran saya             setiap saat...sebelumnya saya minta maaf, saya                                           menyesal pernah membuatmu sedih.. Sampai pada akhirnya saya                                        memutuskan ini adalah waktu yang tepat untuk
                                    mengungkapkannya... (memegang tangan clara)
                                    Clara.... apakah kamu mau jadi kekasih saya.....?
Clara               :           Dika... terimakasih untuk perasaan mu... tapi...

Dika                 :           Tapi...

Clara               :           Tapi saya tidak bisa menolaknya... saya harus menerimanyaJ

Dika                 :           Terima kasih...

(Tutup Tirai)

            Kisahnya pun kini sudah diwarnai dengan perasaan saling mencintai.... betapa bahagianya, apa yang diharapkannya benar-benar terjadi.. dan pada akhirnya..

(Buka Tirai)

            Clara sedang duduk di sebuah bangku di taman,, ditemani alunan musik... sambil menikmati keadaan itu... teman-teman datang satu persatu.. kemudian ia berdiri dan berkata...

Clara               :           Terima kasih Tuhan.... Engkau masih menyertai Aku sampai saat                                       ini... Terima kasih teman-teman telah memberikan warna dalam                                              hidupku... Aku bahagia dengan ini... akhirnya aku bersama dia cinta                                    pertamaku yang ku cinta... setelah melewati hari penuh                                                       kesedihan................................... Inilah akhir  dari kisah cintaku.....                                     kisah antara “AKU, DIA, dan MEREKA


Nah, itulah akhir kisahnya... Kedatangan Pak Bryan, ternyata membawa pengaruh baik bagi hubungan Clara & Dika.. Pada akhirnya Pak Bryan kembali dengan Ibu stefani dan Clara jadian dengan Dika...

Ibu Guru dan teman-teman,, demikianlah drama yang kami lakonkan... kurang lebihnya kami mohon maaf...
Terima kasih telah setia menyaksikan drama kami dari awal hingga akhir...
Semoga drama kami tadi telah berhasil menghibur Ibu Guru dan teman-teman semua....



SEKIAN DAN  TERIMA KASIH