Dikarang & ditulis sendiri oleh :
Maria Agustina Indahwati Asa
Naskah ini dipersembahkan untuk :
Re-Xe (Kelas Xe, angkatan 2012/2013)
SMA NEGERI 1 KEFAMENANU,
TTU-NTT
***Bagi teman-teman yang tertarik, silahkan gunakan seperlunya... :)***
THANKS For READING. . !
Drama yang akan kami
lakonkan berceritera tentang kisah cinta di sekolah, dimana seorang siswi
bernama Clara, jatuh cinta pada Dika teman sekelasnya. Namun cintanya bertepuk
sebelah tangan, setelah mengetahui bahwa sang pujaan hati ternyata malah
menyukai salah satu guru mereka, Ibu Stefani. Selain itu, sikap dingin Dika
terhadapnya membuat Clara merasa tidak diinginkan. Clara pun memutuskan untuk
menjauhi sang pujaan hati. Namun sikap itu tidak membuat cinta Clara padam
terhadap Dika. Tak berlangsung lama, sekolah kedatangan seorang guru baru yang
ternyata adalah mantan kekasih Ibu Stefani, dan mereka masih saling
mencintai...
Nah,, kira-kira
bagaimana kisah selanjutnya... apakah kedatangan sang guru baru membawa sebuah
pengaruh baik bagi kisah cinta Clara, atau malah sebaliknya...?
Simak juga bagaimana
kelakuan kocak dari teman kelas mereka...
Untuk mengetahui
kisah selanjutnya, saya mengajak teman-teman semua untuk mengikuti adegan demi
adegan dalam drama yang berjudul “AKU,
DIA , DAN MEREKA“ yang diperankan oleh saya sendiri Indah Asa sebagai narator,
dan :
Irene Son Berperan Sebagai Clara
Louis Ernesto Kefi Berperan Sebagai Dika
Imaculada Kefi Berperan Sebagai Ibu
Stefani
Gregorian Baria Berperan Sebagai Pak
Bryan
Irene Metboki Berperan
Sebagai Pricilla
Imelda Sonbay Berperan
Sebagai Imel
Kresensia Widodo Berperan Sebagai Leni
Maria Nahak Berperan
Sebagai Rina
Damita Usnaat Berperan
Sebagai Rani
Josef Pareira Berperan
Sebagai Reno
Gregorius Bukifan Berperan Sebagai Christian
Kaitanus Parera Berperan Sebagai Roy
Jefrianus Suni Berperan Sebagai Evan
Jonas Araujo Berperan Sebagai Andre
“Aku, Dia,
& Mereka”
Adegan 1
(Buka Tirai)
Mentari pagi mengiringi langkah
kaki seorang gadis menuju sekolah tempat yang wajib ia datangi setiap hari.
Sambil berjalan
menuju kelas, sesekali ia bernyanyi kecil...
Sesampainya
di depan kelas, tampak suara berisik mulai terdengar... Tak lain adalah suara
ribut anak-anak kelas Xe... kelasnya sendiri...
Sebelum
masuk kelas, ia diam-diam mengintip kedalam kelas. . didapatinya keadaan
seperti biasa...
Rina,
Rani, dan Reno sedang asyik berbincang dengan suara tertawa melengking... Leni,
Imel dan Pricilla sedang asyik membahas soal... Christian dan Andre sibuk
dengan ceritanya... Dika, duduk sendiri
dengan tangan terlipat rapih diatas meja, mengalas kepalanya..
Roy dan Evan pun turut mengambil bagian
dalam keributan pagi itu...
Clara
memecah keributan...
Clara : Haaaiiii......s’lamat pagi
teman-teman........ (Senyum) J
Seisi
penghuni kelas terdiam saat mendengar sapaannya... lalu menatap ke arah Clara...
Langkahnya terhenti dan raut wajahnya
berubah... Pricilla dan Imel mencoba memecah keheningan saat itu.
Pricilla : Hai juga... semangat s’kali kamu pagi
ini. (sedang duduk, menoleh ke arah Clara)
(Sebelum
Clara menjawab, kelas pun kembali ribut.)
Clara : yaa, sudah seharusnya seperti itu
kan...
Imel : Ya..ya..ya... cepat duduk sana...
Clara : hmm... (sedikit cemberut)
Pricilla : Kemari,, duduk disini...
Clara : Okay...
Pricilla : Liburan mu kemarin bagaimana... ada
yang wo0w...? (tersenyum geli) heheheh
Clara : Apaan sih... biasa ajaa... apanya
yang wo0w... hahahah
Kriiiiiinggg......¯ Bel masuk
kelas berbunyi...
Mereka semua bergegas duduk ke tempat
duduk masing-masing...
Pelajaran
1, biologi...
Ibu
Stefani segera masuk ke kelas... para
murid pun mulai tenang...
Ibu
Stefani : Selamat pagi anak-anak...!!! (menuju meja guru)
Murid : Selamat
pagi bu guru...
Ibu
Stefani : Bagaimana liburan kalian...? menyenangkan bukan? (sambil terseyum)
Rina : (dengan pedenya ) Iya
dongg buu, jelas menyenangkan...
Teman-teman...
tahu gak,kemaren tuh aku menang undian buat dapat
kiriman
tanda tangannya Justin Bieber lhoo...!!!
Murid : Huuuuuu....
hu huuu...
Suasana
kelas kembali ribut...
Ibu
Stefani : Ssst... sssttt. Sstt..... diaaam... semuanya.. (sambil memukul meja)
Rina ..kalau benar begitu, baguslah... (tersenyum) ceritamu dapat kamu
lanjutkan
saat jam istirahat... okay..
Rina : Iya bu... (dengan
nada kecewa)
Saat
itu Dika masih tertidur pulas di atas meja... dan Clara mencoba membangunkannya..
Clara : sst,
Dika bangun... sstt.. (dengan nada suara
lembut dan pelan)
Namun,
belum sampai Dika tersadar Ibu Stefani terlanjur melanjutkan.
Ibu
Stefani : Baik, anak-anak pada hari ini kita... (terhenti sejenak)
Suara
Ibu Stefani terhenti saat pandangannya mengarah pada seorang siwa yang sedang
tertidur di kelas...
Ibu
Stefani : Dika... Dika... (dengan
nyaring dan keras)
Kepala
anak itu pun terangkat perlahan... Ia menoleh pada arah datangnya suara...
dan......
Ibu
Stefani : Dika... mimpi apa kamu sampai tertidur pulas pagi-pagi
begini...?
Murid : aaaaa...huu,
huuu.. ahahahah
Ibu
Guru : ssst.. diam..
Dika : Ti.. tidak bu... (sambil
menggaruk kepala dan tertunduk
Clara
tersenyum melihat tingkah Dika
Ibu
Stefani : Lain kali jika kamu tertidur pada saat jam mata pelajaran
saya lagi, lebih baik kamu tidak usah mengikuti
pelajaran saya lagi... !! paham..?
Dika : Paham bu.. (nada
suara pelan)
Ibu
Stefani : Nah, baik anak-anak... pagi ini pelajaran biologi kita
akan masuk pada bab yang ke enam
‘KEANEKARAGAMAN HAYATI’... (mulai berdiri)
Dika
mulai memperhatikan ibu Stefani saat berbicara...
Clara pun diam-diam juga sudah sering
memperhatikan tingkah Dika yang selalu memperhatikan saat Ibu Stefani mengajar di depan. Yang menarik bagi Clara, adalah
sepertinya perhatian Dika bukan hanya sekedar untuk materi yang disampaikan.
Namun seperti ada sesuatu hal lain yang membuat cowok yang cuek dan pendiam itu
selalu memperhatikan Ibu Stefani.
(Tutup Tirai)
Pelajaran
pagi itu berlangsung lancar seperti biasanya...
Kriiingggg...... ¯ bell istirahat.....
Adegan 2
Di
kantin sekolah..... saat jam istirahat...
(Buka Tirai)
Tampak
ramai murid berdatangan...
Rina,Rani, dan
Reno sedang asyik bercerita sambil menikmati jajanan...
Rani : Rina, mana tanda tangan Justin Bieber yang tadi kamu
bilang
itu.....? (penasaran)
Rina : e.. e.. hmm oyaa... a gue lupa tadiii.. (panik) tapi benar-benar ada lhoo... (meyakinkan)
Reno : hhmm,, Lupa..? apa nggak ada.. hayooo (senyum geli)
Rani : hahahah... pasti bohong....
Rina : Eeeehh... jangan ngomong sembarangan yeaaahh.... gak
percaya besok gue bawa... liat ajaah... Itu kan menyangkut Idola guee... masa’ sih
gue bohong... apa kata Justin Bieber nanti...? hahahah (tertawa lepas)
R+R : Hhahahhah...
Reno : Kita liat ajaa...
Tiba-tiba
Dika melintasi tempat dimana mereka
bertiga duduk...
Rina : eh,,, eh,, Ada Dika (memperbaiki
dandanannya)
Reno
memperhatikan Dika dengan lirikan sinis... karena memang Dika adalah cowok yang
paling disukai gadis-gadis di sekolah itu...
Rina : Haiii Dika... (menatap Dika)
Disusul Rani...
Rani : stt. Stt. Dika... (menggoda)
Namun Dika tetap
melintas dengan cueknya, seolah-olah tak ada apapun yang mengganggunya...
Rani : ckckck... cueknya... (menggeleng-geleng
kepala)
Reno : Hahahah... emang enak dicuekin.... ? udah tahu dia
orangnya pendiam, sok cool lagi... tapi kalian tetap aja suka sama dia... heran...
Rina : Itu dia... justru itu yang buat kita semakin suka... iaa
kan Rani
(senyum-senyum) J
Rani : Hmm.. iaa donkk..
(Tutup
Tirai)
Kriiingggg.. ¯¯.
Kriingggg... ¯¯
kringggg.. ¯¯ Bell panjang...
Tampaknya hari ini sekolah berakhir lebih awal...
Adegan 3
(Buka
Tirai)
Saat sepi di lorong sekolah...
Semua murid dan guru sudah pulang, kecuali tampak seorang siswa sedang menyandar pada tembok
lorong sekolah...
Dan tiba-tiba Ibu
Stefani muncul dari sisi lain, menuju anak itu...
Langsung diketahui bahwa itu adalah Dika...
Ibu Stefani : Sudah
berapa lama kamu disini...?
Dika : Baru 10 menit (tersenyum
sambil melihat jam tangan)
Ibu Stefani : Mengapa
setiap saya pulang selalu ada kamu di sini...?
Dika : Karena saya memang menunggu Ibu untuk
pulang bersama...
(Tutup Tirai)
Tak
disangka, memang ada sesuatu yang aneh diantara mereka...
Dika sudah lama memendam perasaan cinta kepada Ibu Stefani, namun
perasaan itu sampai sekarang belum ia utarakan. Inilah asalan mengapa Dika
selalu bersikap cuek dengan gadis-gadis yang menyukainya.
Ia sudah sering
menunggui Ibu Stefani yang memang selalu pulang paling akhir agar bisa pulang
bersama... Ibu Stefani yang awalnya merasa itu hal yang wajar, kini malah
merasa tidak nyaman... bagaimana tidak, seorang muridnya selalu menunggui untuk
pulang bersama juga selalu memperhatikannya dengan cermat saat mengajar... hal
yang wajar... namun apa artinya jika hal itu terjadi terus-menerus? Sedikit
terlintas di pikiran Ibu Stefani mungkinkah anak itu mempunyai perasaan spesial
untuknya?
Sebelum hal itu
benar terjadi, Ibu Stefani segera memutuskan mengambil tindakkan...
(Buka Tirai)
Ibu Stefani : Saya
bisa pulang sendiri... kamu tidak perlu menunggui saya lagi...
Dika : Mengapa...?
Ibu Stefani : Ya...
saya bisa pulang sendiri (sedikit bingung
menjawab)
Ibu Stefaani langsung pergi... Dika tidak
dapat berkata apa-apa... sepertinya ia telah mengerti maksud perkataan ibu
Stefani tadi... Dika hanya tertunduk pasrah
melihat kepergian ibu Stefani...
(Tutup Tirai)
Adegan 4
Hari berikutnya... disekolah...
Suara gaduh terdengar seperti biasa dikelas Xe... tampaknya hari
ini guru mata pelajaran kimia tidak masuk sekolah...
(Buka
Tirai)
Semua murid kelas
Xe berada di dalam kelas...
Seperti biasa murid-murid sibuk dengan kesibukannya...
bercerita... tertawa ria... ada juga yang serius...
Ketika itu Imel
sedang asyik membaca buku sendirian..
Leni datang menghampirinya dengan membawa sebuah buku...
Leni : Imel...
Imel : Hhmmm... (bergumam
cuek sambil terus membaca)
Leni : Maaf
mengganggu...
Imel : Hhmmm... (kembali
bergumam)
Leni : Boleh tanya tidak...? (tampak ragu-ragu)
Mendengar
pertanyaan Leni, konsentrasi membaca Imel sepertinya terganggu...
Imel langsung mengangkat wajahnya menatap wajah Leni...
Leni terlihat
kebingungan..
Tak lama, Imel kembali menunduk dan menjawab...
Imel : Apa?
Leni : ee.. e... mm (kebingungan)
Imel
kembali mengangkat wajah melihat Leni...
R+R+R : Huaaaahahaha.
hahahhahaaa
Ternyata
Rina,Rani, dan Reno turut memperhatikan tingkah Imel dan Leni saat itu...
lantas mereka bertiga pun tertawa lepas...
Kriiiingg...¯¯ bel istirahat... tidak terasa sudah jam istirahat...
semua murid bergegas keluar kelas...
(Tutup
Tirai)
Mulai dari jam mata pelajaran pertama sampai istirahat, tidak ada
guru yang masuk ke kelas Xe...
Adegan 5
(Buka
Tirai)
Di perpustakaan...
Saat itu Clara dan Pricilla sedang merapihkan buku-buku yang
berserakan diatas meja...
Tiba-tiba terdengar suara ibu Stefani memanggil Clara...
“Clara.................
Clara......... “
Pricilla : eh... Ibu Stefani panggil tuh...
Clara : e’
iaiaia... tunggu bentar yah..
Clara segera
bergegas pergi...
Karena terburu-buru, Clara tidak memperhatikan pandangannya dengan
baik. Dan kemudian...
Brukkkh.....
Clara : aduhh...
Clara terjatuh...
tanpa sengaja ia menabrak seorang pria yang berpenampilan rapih...
Pak Bryan : oh..
maaf.. (sambil membantu Clara berdiri)
Clara : ee..
tidak.. maaf, saya yang salah tidak memperhatikan jalan..
Clara
berdiri sambil menunduk..
Pak Bryan : ya..
tidak masalah..
Ibu
Stefani kembali memanggil...
Ibu Stefani : Clara....
Clara..
Clara : maaf
saya harus segera pergi.. (bergegas lari)
Pak Bryan masih
diam di tempat... dengan pikiran sepertinya suara yang barusan memanggil Clara
sudah tidak asing di telinganya.. kemudian
ia berbalik ke arah Clara berlari..
Dilihatnya Clara sedang berbincang dengan seorang wanita yang
ternyata memang sudah tidak asing baginya..
(Tutup Tirai)
Kriingggg...¯¯ bell tanda jam istirahat telah
selesai...
Adegan 6
(Buka Tirai)
Di kelas Xe... jam pelajaran bahasa
Inggris...kali ini suasana kelas tampak tenang... walaupun tanpa guru...
Waktu itu Dika duduk tenang sambil melipat tangan... sepertinya ia
sedang memikirkan sesuatu dengan serius... di
tengah ketenangan itu, Clara memperhatikannya...
Lalu memberanikan diri untuk meyapa Dika dengan duduk di bangku
kosong sebelah Dika...
Clara : Heii...
(tersenyum,,,memukul pelan tangan Dika
sambil duduk)
Dika : Mau apa duduk di situ...? (dengan dinginnya,tanpa melihat Irson)
Clara : Hmm,, memangnya salah ya kalau saya
duduk di sini...?
Dika : (menggeleng)
Clara : Bangku ini kan kosong...
Walaupun
bersikap cuek, Dika tetap menanggapi dengan sedikit menggeleng, namun wajahnya
terlihat tampak gelisah... Kali ini entah
mengapa guru bahasa inggris juga tak kunjung masuk kelas...
Memanfaatkan kesempatan itu, Clara mulai bertanya-tanya pada Dika...
Clara : Em,m...
kamu lagi mikirin apa...? kok wajah kamu aneh begitu...
(sedikit
senyum)
Dika : Aneh...? (menatap
Clara)
Tatapan
Dika itu membuat Clara menjadi gugup... dan Clara mulai mengalihkan perhatian
Dika...
Clara : e.
e. tugas bing mu yang dikerjakan liburan kemaren sudah selesai yah...? (gugup)
Dika tidak
menjawab pertanyaannya... ini membuat Clara semakin terpuruk... dan kemudian,,,
Dika : Sebenarnya apa tujuan mu duduk di sini...?
Kelihatannya
Dika mulai mengakrabkan diri dengan Clara...
Clara : Kita
kan sekelas,sudah hampir setahun. Tapi saya tidak merasa kita
sekelas..
Dika : Oya...? (tersenyum)
Clara : Iyaa..
setiap hari kamu terlihat selalu diam,dingin,cuek... jarang-
jarang kamu
berinteraksi dengan teman lain.. Apa sih maksud dari semua
itu? Apa memang kamu orangnya seperti itu...?
Dika : Menurutmu...?
Clara : ahh...
benar... malas bicara dengan orang
sepertimu... (melipat tangan dengan kesal, berbalik ke arah yang berlawanan dengan Dika)
Clara sedikit
kesal... bagaimana tidak, berbicara dengan orang yang hanya menjawab seperlunya
saja...
Dika : Kamu marah...?
Kali
ini, gantian Clara yang tidak menjawab...
Dika melanjutkan...
Dika : Boleh tanya sesuatu...?
Mendengar
Dika bertanya seperti itu,dengan semangat Clara berbalik dan menjawab..
Clara : iaaa..
boleh...
Dika : hm.. menurutmu, haruskah menyatakan perasaan pada orang
yang tidak seharusnya...?
Clara
diam sejenak... mencerna pertanyaan Dika dengan baik...
Dan kemudian Clara menjawab dengan memperjelas pertanyaan Dika...
Clara : Apa
maksudmu kamu menyukai seseorang yang seharusnya tidak boleh
kamu
sukai..?
Dika : Ya...
Clara
kembali diam... pikirannya mulai terganggu dengan pertanyaan... “siapakah orang
itu?” “apa berada di sekolah ini?”...
Kemudian Clara
menjawab dengan bijak..
Clara : Siapapun
dia, dan apapun yang terjadi.. nyatakan perasaanmu selagi
masih ada kesempatan... Jangan
ditunda... (tersenyum) J
Dika : Baik... thanks....
(senyum,,,,,,melihat Clara)
Clara pun
membalas dengan senyum.... Tiba-tiba...
Rina : Hellloooww......... lagii ngomong apa...? Justin Bieber yah... serius amat..(suara nyaring... sinis)
Clara dan Dika
hanya terdiam, dan tersenyum lagi...
Pak Bryan : Good
Day.... (masuk kelas)
Murid : Good
Day Sir...
Rina,,
begegas kembali ke tempat duduknya..
Para murid terlihat heran melihat pria yang satu ini tiba-tiba
datang menyapa mereka..
Christian : sstt.. Siapa tu..?
Andre : Tauu...?
(mengangkat kedua bahu)
Pak Bryan melanjutkan..
Pak Bryan : Baik,
kalian semua pasti bertanya-tanya.. siapa saya... siapa orang yang berdiri di depan...? Perkenalkan,
saya Gregorian Bria panggil saja
Pak Bryan.. Saya datang kesini sebagai seorang guru baru... saya di
percayakan kepala sekolah untuk menggantikan guru
B. Inggris
kalian yang sudah pindah..
Rina : ooouuu.... Trus,, status....??
Murid : huuuu,
huu....
Pak Bryan : hahah...
status...? status apa...?
Rina : single kek.. jomblo kek.. gitu-gitu Pak....
Christian : Huuu..
Pak Bryan : sstt.t...
status saya single...
Rina : Yesss.... hahah
Pak Bryan : Oya...
itu tadi perkenalan singkat saya...
Sekarang
giliran kalian memperkenalkan diri pada saya... langsung nama sapaan...
Pricilla : Perkenalkan,
nama saya _________ (berdiri,,, kembali
duduk, dst..)
Reno : Nama saya _________
Imel : Nama saya_________
Leni : Nama saya_________
Rina : Nama saya________bieber....
Rani : Nama saya________
Clara : Nama
saya________
Pak Bryan : oyaa,....
kamu yang tadi tabrakkan dengan saya di perpus kan...
Clara : i.
Iaa Pak...
Pak Bryan : Oo...
ternyata kelasmu disini..... ok.
Lanjut..
sekarang
giliran Dika, namun karena mengantuk ia tidak konsentrasi..
Pak Bryan : heiii...
Clara
segera menegur Dika dengan pelan..
Dika : e...Nama saya ________
Pak Bryan : Kenapa
kamu..?
Dika : Tidak Pak..
Pak Bryan : Lanjut...
(perkenalan
lanjut sampai selesai)
Kemudian Pak Bryan
melanjutkan...
Pak Bryan : Ok.
Baik... berhubung waktu kita tinggal sedikit saja, jadi saya belum bisa mulai
mengajar hari ini...
Reno : Yesss...
Pak Bryan : Hmm,,
pelajaran kalian yang terakhir sudah sampai bagian yang mana...
Imel : Narrative Text Pak...
Kriiinggg......
bel tanda pulang sekolah berbunyi...
Christian :
yes..
Pak Bryan : Oo..hmm..
baik, waktu kita selesai.. (berdiri)
Pertemuan
berikut kita lanjutkan materi itu...
Murid : Ia
pak...
Pak Bryan : Good
Afternoon... (langsung keluar kelas)
Setelah pak Bryan
keluar, murid-murid pun bergegas pulang...
(Tutup Tirai)
Adegan 7
(Buka Tirai)
Kembali lagi seperti hari kemarin...
Kali ini Dika berada di lorong sekolah dengan raut wajah gelisah,
tak seperti biasanya...
Ditempat lain dan
masih di sekolah, Clara dan Pricilla sahabatnya belum pulang sekolah... mereka masih
sempat duduk di bangku taman sekolah...
pikiran Clara terus terganggu dengan pertanyaan Dika tadi... Ia sudah
menceritakan semuanya kepada Pricilla...
Clara : Siapa
orang yang dimaksud Dika tadi...?
Apa orang
itu juga bersekolah di sini...?
Kelas berapa
dia...? aahh.... (menghentak kaki)
Pricilla : ah,
kenapa sih...? sampai segitunya mengekspresikan rasa
penasaranmu...
hmm, jangan-jangan....... (tersenyum)J
Clara : emm...
jangan-jangan apa...? (tersenyum)J
Pricilla : Tahu
atau pura-pura tidak tahu....? hayooo...
Clara : hahah..
apaan sih... hm.. tapi menurut kamu, Dika orangnya bagaimana?
Pricilla : Cie..cie.. emangnya kenapa...? kamu suka ya sama dia....
hmm... Jmenurut
saya... dia orang yang susah ditebak...
ya kamu tahu sendiri kan, dia oranya
tertutup... diaamm terus... hanya bicara
seperlunya..
tapi, dibalik semuanya itu sepertinya dia punya sesuatu yang
menarik, yang bisa buat kamu suka kan.. heheh
Clara : heheh..
ia.. sepertinya begitu... baru mendengar dia bicara satu
kalimat
saja, sudah buat penasaran... apa kalimat selanjunya...
Pricilla : nah...
berarti terbukti sekarang...
Clara : haa..?
apa...? (bingung)
Pricilla : yaa, kamu benar-benar suka sama
dia....
Clara : hahah
.. yaa, gitu deh...
Keduanya
mulai tertawa...
Tiba-tiba ponsel Pricilla
berdering..¯¯
Pricilla : hallo...
Hm.. iaia..
daaah..
Saudara
Pricilla ternyata sudah menunggu di depan sekolah..
Pricilla : eh..
sorry ya.. saya harus pulang duluan.. Cindy sudah menunggu di
depan...
Clara : ok..
Tidak masalah... cepat sana... (senyum) J
Pricilla : (berdiri, lalu pergi) daaaahh......... (senyum) J
Kini Clara
sendirian.. kemudian ia berpikir untuk segera pulang juga karena sekolah
semakin sepi...
(Tutup Tirai)
Adegan 8
(Buka Tirai)
Masih sendiri Dika menunggu di lorong
sekolah...
Kegelisahan itu semakin menjadi-jadi ketika Ibu Stefani muncul di
ujung lorong menuju ke arah Dika berdiri...
Kali ini wajah
ibu Stefani juga tampak aneh... sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu yang
serius pada Dika...
Ketika sampai di
depan Dika...
Ibu Stefani : Mau
mengajak pulang bersama...? (sambil
melipat tangan, dengan raut
wajah kurang bersahabat)
Dika : Ia... tapi ... (terhenti
sejenak)
Ibu Stefani : hm..?
tapi apa?
Dika : saya ingin mengatakan sesuatu..
Ibu Stefani : baik,
saya juga ingin mengatakan sesuatu pada kamu..
Lalu apa
yang ingin kamu katakan pada saya..?
Dengan
keyakinan penuh Dika berkata...
Dika : Saya suka ibu.. saya tahu ibu sendiri.. apa ibu mau jadi kekasih saya..?
Sulit
dipercaya... Dika berani mengungkapkan perasaannya... ibu Stefani terdiam
sejenak dan kemudian berkata...
Ibu Stefani : h...
saya mengerti.. terima kasih untuk perasaan mu..
Tapi saya
minta maaf, saya tidak bisa menerima perasaanmu... saya lebih
membutuhkan seorang pria... bukan seorang anak laki-laki..
Mendengar itu, Dika tertunduk diam... dan menjawab..
Dika : kenapa...? nantinya pun saya akan
menjadi seorang pria...
Ibu Stefani : ya.. benar.. ...tapi saya cuma bisa
bilang maaf..
Dan
mulai saat ini, saya harap tidak ada perbincangan seperti ini.. jangan menunggu lagi setiap hari..
lakukan hal yang wajar seperti temanmu
yang lain... itu yang ingin saya katakan padamu..
Dika : tapi...
Ibu Stefani : anggap saja semuanya ini tidak pernah
terjadi... permisi (segera berlalu)
Saat
itu keadaan Dika menjadi semakin terpuruk.. seiring berlalunya sosok ibu
Stefani dari hadapannya...
Ternyata selama
kejadian itu berlangsung,dari kejauhan Clara menyaksikan semuanya... Clara tak
percaya orang yang dimaksud Dika ternyata adalah ibu Stefani... Clara bergegas
pergi dari tempat itu, namun saat membalikkan badannya tubuhnya menabrak seseorang
yang ada di belakangnya dan ternyata adalah pak Bryan...
Clara : aaaahhhh....
sorry pak, tidak sengaja..!!
Pak Bryan : ya..
tidak apa-apa..
Clara : e...
sudah berapa lama pak Ryan di situ...??
Pak Bryan : selama
kejadian itu berlangsung.. (sambil
tersenyum)
(Tutup Tirai)
Adegan 9
(Buka Tirai)
Dalam
perjalanan pulang...
Kali ini Clara pulang bersama pak Bryan.. sambil berjalan mereka berbincang-bincang mengenai kejadian
yang baru mereka lihat..
Clara : Sulit
dipercaya.. Dika benar-benar berani..
Pak Bryan : kenapa...?
kamu heran, Dika seorang murid dan Ibu Stefani seorang guru?
Clara : hm..
Pak Bryan : tidak
masalah kan..? setiap orang berhak menyukai siapa saja..
Clara : tapi..
Pak Bryan : Ya..saya
mengerti maksudmu..
Clara : Ibu
Clara pun tadi begitu tegas menolaknya.. bagian itu saya suka..
(tersenyum) J
Pak Bryan : (tersenyum) Itulah Stefani.. sejak dulu
sampai sekarang tidak pernah
berubah..
Clara : sejak
dulu...? apa pak Bryan sudah lama
mengenal Ibu Stefani..
Pak Bryan : Ya..
sangat kenal..
Clara : sangat
kenal? apa kalian bersahabat..?
Pak Bryan : bisa
ya..bisa juga tidak..
Lalu : lalu..? (bingung)
Pak Bryan
kemudian menceritakan masa lalunya dengan Ibu Stefani yang pernah menjadi
kekasihnya..
Pak Bryan : Dulu
kami pernah berpacaran.. kurang lebih 4 tahun.. sejak SMA
kelas 1. kami
saling mencintai.. (tersenyum) Ketika
tamat SMA orang tua Stefani ingin ia
melanjutkan sekolah di Jogja
sedangkan
orang tua saya ingin saya lanjut di Bandung, bersama kakak
saya... akhirnya kami terpisah.. 1 tahun kami menjalani hubungan jarak jauh..
awalnya tidak terlalu sulit, namun semakin hari
kami semakin sibuk dengan urusan masing-masing, hingga komunikasi kami sempat
terputus 2 bulan. Kami merasa hubungan ini
semakin sulit, dan akhirnya kami putuskan untuk berpisah.. sejak saat itu sampai sekarang kami benar-benar putus komunikasi..
Clara : Tunggu
pak..
Apa sejak
putus sampai selesai kuliah, kalian tidak pernah bertemu..?
Pak Bryan : Pernah..
hanya sekali saat ada seminar untuk mahasiswa se- Indonesia
di Jakarta.. kebetulan waktu itu saya adalah salah satu mahasiswa
utusan dari kota Bandung..
Clara : Terus...?
Pak Bryan : Pertemuan
itu pun tak berarti apa-apa.. hanya sekedar saling bertegur
sapa..
Clara : oh..sungguh kisah cinta yang
menyedihkan..
Pak Bryan : hm..
Clara : oyaa..
m m,apa sampai sekarang pak Bryan masih punya perasaan
dengan Ibu
Stefani..?
Pak Bryan : Saya
tidak tahu... bahkan saya tidak mengerti perasaan saya sendiri..
Clara : hah..?
bagaimana bisa ?.. saya sarankan
mulai saat
ini pak Bryan coba memahami perasaan sendiri.. agar pak tahu
bagaimana kelanjutan cerita cinta yang sebenarnya..
Pak Bryan : Hm..
baiklah..
Clara : (tersenyum) J
(Tutup
Tirai)
Perbincangan
itu tampaknya sangat menarik, hingga mereka betah membahasnya.. J
Adegan 10
Hari berikutnya... di sekolah... kelas Xe
(Buka Tirai)
Semua
murid duduk dengan tenang.. Jam pelajaran pertama, bahasa Inggris..
Pak
Bryan masuk kelas...
Evan : Stand Up Please (semua
berdiri).... Greetings..
Murid : Good
Morning Sir...
Pak Bryan : Morning... if everything is present ...?
Clara : Yes,
Sir...
Pak Bryan : O.K.
.. in this morning we will learn about
the "Narrative text"
So, what is
the “narrative text...?”
Evan : (mengangkat tangan) Narrative
Text is ...................
Selama
pelajaran berlangsung, sesekali Clara melirik Dika...
Raut wajah Dika terlihat sedih...
sepertinya ia masih memikirkan kejadian kemarin...
Pak Bryan : Open your book on page 21... read the
story and answer the question..
Kriiiingg....¯¯
Pak Bryan : ooh.. the time is over... pertanyaan itu dijadikan
pr...
Setelah saya keluar, kalian jangan pergi kemana-mana
karena ada hal yang akan diberitahukan kepada
kalian... Understand..??
Murid : Yes Siiiir.......
Pak Bryan : Ok. Go0d by .............(berjalan keluar kelas)
Murid : Go0d by Sir...
Suasana kelas mulai ribut seperti
biasa...........
Rina, Rani, dan Reno mulai
berkumpul....
Dika pergi keluar kelas..
Reno : eh...eh.. dengar-dengar sekolah kita
mau adakan acara nih...
Rina : What...??
Rani : Acara apa..?
Reno : Masa kalian lupa.?
Rani dan Rina diam... saling melirik lalu
dengan tegas berkata..:
Rani + Rina : Ya.!! Kami lupa...
Rina : Sekarang kasih tahu...
Rani : Cepat !!
Reno : (dengan
wajah kesal).. ya acara ultah sekolah kita lah...
Rani + Rina : O0o.. iaa yaa... J
Reno : (masih
dengan wajah kesal sambil menghela nafas)
Tiba-tiba
Ibu Stefani masuk kelas...
Ibu Stefani : Pagi....
Rina,Rani, dan Reno segera memperbaiki
posisi duduk...
Murid : Pagi buu....
Ibu Stefani : baik... ada pemberitahuan untuk
kalian semua...
2
hari lagi adalah ulang tahun sekolah kita... dan telah disepakati untuk diadakan sebuah acara... jadi kalian semua
diharapkan turut
mengambil
bagian dalam acara ini...
R+R+R : Yeeeess....!!!
Ibu Stefani : maaf sebelumnya,karena acara ini
diputuskan mendadak... jadi karena waktu persiapannya hanya 2 hari,
kami putuskan agar kalian
menampikan sebuah drama singkat...
bagaimana..? apa kalian setuju?
Murid : Setuju bu...
Imel ingin bertanya, lalu mengakat tangan..
Ibu Stefani : Ya.. bagaimana Imel..?
Imel : Masa untuk ulang tahun sekolah kita
hanya menampilkan drama saja..?
Leni : Ia buu...
Ibu Stefani : Ia, seperti yang sudah saya sampaikan
sebelumnya.. waktu persiapannya hanya 2 hari, bagi sebagian
orang hal ini sulit bukan...?
sebenarnya kami ingin sekali Clara menyanyikan sebuah lagu di acara itu namun,
apakah Clara bersedia..?
Clara : oh..tentu bu... saya sangat
bersedia... J
Ibu Stefani : Terima kasih Clara J..
Kemudian Reno bertanya..
Reno : Ibu, kalau saya ingin mengisi acara
juga bagaimana...?
Ibu Stefani : Apa benar...?
Reno : Benar bu..
Ibu Stefani : Apa yang ingin kamu tampilkan...?
Reno : Sebuah tarian ala Super Junior...
heheheh..
Ibu Stefani : Baiklah, terimakasih untuk
antusiasme kalian... lakukan yang terbaik... saya percaya, kalian
semua bisa melakukannya.. J
(sambil melihat jam) oyaa, satu lagi...
mulai jam pelajaran berikutnya dan dua hari kedepan kita
akan fokus latihan, jadi untuk sementara
kegiatan belajar terpaksa ditunda sampai acara selesai...
Murid : Yyeeeesssss...
Ibu Stefani : (berdiri)
begitu bel istirahat, kalian semua tolong berkumpul di ruang
seni untuk tahu lebih jauh mengenai acara ini... (keluar kelas)
Murid : iiaa buu....
Saat ibu Stefani pergi, suasana kelas
kembali ribut...
Rina,Rani, dan Reno kembali
berkumpul... dan Clara melirik kearah tempat duduk Dika...
Dika belum juga kembali sejak
keluar tadi..
Lalu
Clara juga pergi menyusul Dika...
(Tutup Tirai)
Adegan 11
Di
taman..
(Buka Tirai)
Didapatinya Dika sedang duduk menyendiri di
bangku taman sekolah...
Clara : sst.. lagi galau yaah...? semakin
hari tampang mu semakin aneh... J
Dika : (tetap
diam)
Clara : Kenapa tadi tidak masuk kelas...?
Dika : Malas..
Clara : hmm, bagaimana perasaanmu itu..?
sudah diungkapkan..? (sambil duduk di samping Dika)
Clara pura-pura tidak tahu mengenai kejadian
kemarin..
Dika : Jangan bicarakan hal itu lagi...
Clara : kenapa...?
Dika : Semuanya sudah selesai...
Clara : Maksudnya..?
Dika : sudah... (nada agak tinggi)
Clara : (tertunduk) m.m... sebenarnya saya sudah
tahu semuanya... termasuk kejadian kemarin...
Dika : Terus..?
Clara : Kamu jangan sedih.. Dunia mu belum
berakhir tanpa Ibu Stefani .. selain Ibu Stefani, masih banyak gadis seumuran kamu di luar sana..
yang bisa mengerti perasaan mu dan...
Dika : Apa urusan mu dengan semua ini..?
Dika memotong kata-kata Clara.. perbincangan ini semakin serius...
Tampaknya Dika merasa tidak
nyaman dengan perhatian Clara padanya..
Clara : Sebagai teman, saya hanya ingin
memberikan saran dan pendapat..
Dika : Mulai sekarang, apapun itu jangan
ikut campur dengan urusan saya..Ini hidup saya, biarkan saya
mengaturnya sendiri..
Hati
Clara cukup sakit mendengar Dika berkata demikian, kemudian menjawab..
Clara : (tertunduk)
Baik, jika itu mau mu... saya tidak akan ikut campur lagi
dengan
urusanmu.. tapi perlu kamu tahu, saya melalukannya karena saya
peduli
dan karena saya... saya...
Dika : (bangkit
berdiri dan pergi)
Belum selesai Clara berbicara, Dika
sudah terlanjur pergi.. padahal Clara ingin sekali mengatakan bahwa ia menyukai
Dika...
Sedih dan sepi menemani Clara yang
duduk di bangku taman sendirian..
Perasaannya
hancur seiring kepergian sang pujaan hati dari tempat itu...
Perasaan cinta yang selama ini ia
pendam tak dapat diungkapkan...
Yang ada
hanya kekecewaan dan kekesalan..
Orang yang disukai & dicintai
tak mengerti..... bahkan tak peduli apa yang ia rasakan..
Sosok seorang pria tiba-tiba
menghampirinya..
Pak Bryan : sedang apa kamu sendirian disini...? (tanpa menatap Clara)
Clara :
Tidak... tidak sedang apa-apa... J
Pak Bryan : benar..? lalu kenapa wajahmu terlihat sedih? patah
hati..?
Clara : Pak tahu dari mana..
Pak Ryan : Seperti hari kemarin.. saya
menyaksikan semuanya...
Clara : (mengangkat
kedua tangan menutupi wajahnya)
Pak Bryan : “Jangan sedih, duniamu belum berakhir
tanpa Dika”.. bukan begitu..?
Clara menatap Pak Bryan karena kalimat yang
baru dikatakan sama seperti yang dikatakan Clara pada Dika tadi....
Clara : Mulai sekarang, saya akan berhenti
mencintainya.. saya akan
melupakannya...
Pak Bryan : “You never really stop loving
someone. You just learn to try to live without Them”. (Kamu tidak akan
pernah bisa berhenti mencintai
seseorang.
Kamu hanya harus belajar bagaimana hidup tanpa dia)
Irson : Really..?
Pak Bryan : hm.. J
Kriiiggg.. kriinggg..¯¯¯ (bel istirahat)
Pak Bryan : Ayo.. segera ke ruang seni...
semuanya pasti sudah menunggu...
Clara : hm.. (mengangguk) (Tutup
Tirai)
Adegan
12
Di
ruang seni...
(Buka Tirai)
Semua murid (kecuali Clara) telah
berkumpul di ruang seni untuk mengetahui lebih jauh mengenai acara itu ..
Ibu Stefani : Selamat siang semua...
Murid : Siang buu...
Ibu Stefani : Apa semuanya sudah lengkap...?
Pricilla : Belum bu... Clara belum ada.. ia
pergi sejak ibu keluar tadi..
Ibu Stefani : Pergi...? (heran)
Pak Bryan : (masuk
ke ruangan bersama Clara)
Permisi... siang semuanya.... maaf tadi saya
ada sedikit keperluan dengan
Clara
sehingga ia sedikit terlambat..
Clara segera duduk bergabung dengan Pricilla..
Ibu Stefani : O0o.. iaa.
Baik...
Karena Clara dan Reno sudah bersedia mengisi acara, sekarang
silahkan Pak Bryan memilih pemeran utama dramanya...
Ibu
Stefani dan Pak Bryan tampaknya masih saling menunjukan sikap
yang dingin..
Pak Bryan : ok.. sebelumnya saya akan menggambarkan
sedikit tentang drama ini..
Judulnya “Aku, Dia, dan Mereka” ...
Rina : Huuuu.. Wo0w..
Pak Bryan : Ceritanya tentang kisah seorang gadis
SMU yang jatuh cinta dengan
teman
sekelasnya... beberapa kali ia menunjukkan perhatiannya kepada
laki-laki itu, namun dia tak kunjung sadar akan perasaan gadis.
Orang itu justru merasa terganggu dengan perhatian sang
gadis.
Ternyata laki-laki itu jatuh cinta pada orang lain..
Sang gadis pada akhirnya
menyadari itu dan berusaha menjauh dari sang pujaan hati. Cinta laki-laki
itu pun ternyata bertepuk sebelah
tangan
juga, orang lain yang ia cintai ternyata mencintai orang lain juga..Laki-laki itu pun hanyut dalam kesendirian... kini
ia turut merasakan
apa yang dirasakan gadis yang mencintainya saat itu..
setiap
hari laki-laki itu selalu memikirkan sang gadis.. hingga timbul
perasaan
cinta.. ia pun memberanikan diri meminta maaf pada sang gadis
atas sikapnya.. sang gadis yang masih mencintainya pun
memaafkan. Seiring berjalannya waktu, keduanya pun menjadi
sepasang
kekasih... Sang gadis yang sempat patah
hati itu sangat bahagia akhirnya Ia berhasil
meluluhkan sang pujaan hati...
Inilah
kisah cinta pertamanya semasa SMA yang baginya terasa begitu
indah..
Pricilla : ohh... kisah yang indah...
Reno : Jadi, kira-kira yang jadi cowoknya
siapa pak...?
Pak Bryan : begini,, saya baru disini.... jadi
saya tidak begitu paham dengan karakter kalian masing-masing...
namun, beberapa hari terakhir saya
sudah memperhatikan beberapa orang yang menurut saya bisa menjadi pemeran utama
dalam drama ini...
Untuk
peran utama laki saya percayakan pada Christian...
Reno : haah... (heran)
Pak Bryan : Ya.... Christian... bagaimana..? apa
kamu bersedia...
Christian diam sejenak... berpikir bagaimana
cara menolaknya, karena ia tidak bersedia.. kemudian menjawab :
Christian : Maaf Pak, saya tidak bisa....
Pak Bryan : Alasannya...?
Christian : Pokoknya tidak bisa pak....
Pak Bryan : Tidak bisa atau tidak mau...?
Christian kembali diam,....,... kemudian
menjawab :
Christian : Tidak mau pak... (suara pelan, agak
menunduk)
Pak Byan : Baiklah... apa boleh buat kalau kamu
tidak mau...
Kemudian pandangan pak Bryan terhenti pada
Dika yang sedang duduk melipat tangan...
Pak Bryan : Kalau Dika...? bagaimana,,
bersedia..?
Dika sedikit terkejut, dan menjawab....
Dika : Terserah pak saja..
Pak Bryan : Baik,, pemeran utama
laki-lakinya... Dika.
Semua murid langsung bertepuk tangan...
Saat
itu Clara langsung menatap ke arah Dika.... Dika menyadari itu dan langsung
mengalihkan pandangannya... Clara
semakin sedih..
Rani : Nah,, sekarang pemeran utama
perempuannya siapa pak..?
Pak Bryan : Pemeran utama perempuannya sudah saya
pikirkan sebelumnya...
Clara...
apa kamu bersedia..?
R+R+R : Hah,, Clara..?
Pak Bryan : Ya.. Clara, kamu bersedia kan..?
Clara menjadi bingung... ia sudah dipilih
untuk menyanyi di acara itu, namun ia juga ingin sekali mengambil bagian dalam
drama itu, karena kisah drama itu menarik baginya...
Murid-murid pun mulai protes..
Andre : Ah, tidak bisa pak...
Evan : Ia pak... Clara sudah dipilih untuk
menyanyi, masa Ia juga harus menjadi
pemeran
utama...
Suasana di ruang musik mulai ribut...
Pak Bryan : Ya, tidak masalah... setelah menyanyi, ia bisa bermain drama...
Ibu Stefani : Tidak bisa pak... bagaimanapun masih
ada murid yang lain disini..
Situasi kurang bersahabatpun menyelimuti
ruang seni siang itu...
Pak Bryan : Baik,, untuk anak perempuan, siapa
yang bersedia...? katakan saja ..
Dengan spontan Rina mengangkat tangan...
Rina : Saya paaaak... (senyum)
Ibu Stefani Langsung pergi keluar
ruangan... Pak Ryan menyaksikan
kepergiannya...
Pak Bryan : Rina,,, kamu pemeran utamanya....
R+R : haha... baguss...
Kriiingg... kriingg....¯¯¯¯ bel
pulang sekolah berbunyi..
Pak Bryan : Pertemuan kita hari ini berakhir...
besok kita lanjutkan dengan mulai berlatih..
Murid : Ia Pakk...
Pak Bryan : Selamat siang..
Murid : Siang Paaak...
(Tutup Tirai)
Adegan 13
Di ruang guru ...
(Buka Tirai)
Sementara semua guru sudah pulang... Ibu
Stefani duduk sendirian di mejanya...
Ia terlihat tidak bersemangat...
Pak
Bryan yang ternyata belum pulang juga, masuk ke dalam ruangan...
Pak
Bryan : Stefani, belum pulang...?
Ibu
Stefani : (diam....melirik ke
arah Pak Bryan, kemudian mengalihkan pandangan)
Ibu
Stefani tampaknya masih kesal dengan sikap Pak Bryan tadi...
Pak
Bryan : Kamu marah...?
Ibu
Stefani : Kenapa harus marah...?
Pak
Bryan : Jujur saja... semua terlihat dari raut wajah mu...
Ibu
stefani : Sejak dulu sampai sekarang sama saja... tidak berubah...
Pak
Bryan : Apa itu...?
Ibu
Stefani : Sifat egoismu... tidak peduli perasaan orang lain...
Pak
Bryan : Ya..That’s Me...
saya yang dulu, sama dengan saya yang sekarang...
begitu pun
dengan... dengan...
Sebenarnya
Pak Bryan ingin mengatakan “Begitupun dengan perasaan saya kepada kamu....”
namun ia merasa ini belum saatnya.... kemudian...
Ibu
Stefani : Dengan apa...?
Pak
Bryan : hzz...Bukan apa... kamu
belum pulang...?
Ibu
Stefani : Belum...
Pak
Bryan : Kapan kamu mau pulang...?
Ibu
Stefani : Setelah kamu pulang,, saya pun akan pulang...
Pak
Bryan : Saya tidak bisa meninggalkan seorang wanita sendirian di
tempat yang sepi... jika sebenarnya kamu tidak ingin pulang bersamaan dengan saya,
silahkan kamu pulang duluan...
Ibu
Stefani : (berdiri) baik, selamat siang... (mengambil tas,langsung pergi)
(Tutup Tirai)
Sebenarnya
pak Bryan dan ibu Stefani masing-masing masih saling mencintai...
Namun karena sudah sekian lama terpisah,
tanpa komunikasi dan kini bertemu kembali mereka merasa canggung satu sama
lain... tampak sulit bagi mereka untuk sekedar akrab sebagai teman guru...
Adegan 14
Keesokan
harinya,, di sekolah...
(Buka Tirai)
Masih begitu pagi... masih tampak
sepi...
Hari
ini Clara datang lebih awal... sesampai di kelas, ternyata Dika sudah ada di
dalam...
Clara sedikit terkejut saat melihat
Dika... Ia segera menaruh tas dan segera
keluar...
Clara
sepertinya sudah benar-benar ingin melupakan Dika... Diam-diam, hal itu membuat
Dika terganggu, kini Dika merasa sesuatu telah hilang darinya...
Tak
lama kemudian, teman-teman lain berdatangan memenuhi bangku-bangku kosong..
Kelas pun menjadi ribut seperti biasa..
Ibu
Stefani masuk kelas...
Ibu
Stefani : Selamat pagi semua...
Murid : Pagi
Buu...
Ibu
Stefani : Masih semangat..
(senyum)
Murid : Masih
Buu..
Ibu
Stefani : Ya.. harus begitu.. masa pagi-pagi sudah letih... hhh
Nah,
bagaimana apa hari ini siap untuk latihan...?
Murid : Siappp
buu...
Ibu
Stefani : Semuannya hadir...?
Clara : Hadir
buu... Lengkap..
Ibu
Stefani : (sambil membongkar-bongkas
tas mencari ponsel) baik,, sekarang semuanya ke ruang seni,
kita akan latihan di sana...
Murid : Iaa
bu..
Sepertinya
Ibu Stefani meninggalkan ponselnya di mejanya di ruang guru...
Ibu
Guru : Roy...
Roy : Ia bu...
Ibu
Stefani : Kemari sebentar... (sementera murid lainnya meninggalkan kelas) Tolong ke ruang guru,
lihat di meja saya ada hp saya apa tidak...Kalau
tidak ada di atas meja, coba lihat di laci...
Roy : Baik bu...
Ibu
Stefani : Nanti langsung ke ruang seni, saya di sana..
Roy : (Mengangguk,
kemudian pergi...)
(Tutup Tirai)
Adegan 15
Di
ruang seni...
(Buka Tirai)
Tampak masing-masing sibuk dengan
urusannya... Clara dan Reno sedang bernyanyi bersama...
Rina sedang melatih akting bersama
Rani.. Leni,Imel, dan Pricilla sedang berceritera...
Dan murid laki-laki lainnya juga sedang
belajar berakting...
Ibu
Stefani yang sedang duduk, kemudian berdiri dan mondar-mandir gelisah menunggu
ponselnya... kemudian Roy datang..
Roy : Maaf bu.. sudah saya cari di sekitar meja ibu, tetapi hp
ibu tidak ada...
Ibu
Guru : Hah...? yang
benar,,?
Roy : Ia bu...
Ibu
Guru : Ya terima kasih.. silahkan bergabung dengan teman yang
lain...
Roy : (segera berbalik dan
pergi ke arah temannya)
Ibu
Stefani tampak gelisah... ia mencoba mengingat dimana ia menaruh ponselnya...
Kemudian kegelisahannya hilang ketika
Pak Bryan datang...
Pak
Bryan : Good Morning Every body... (sambil membawa naskah drama)
Murid : Good
Morning Sir...
Pak
Bryan : Sorry, I’m late because................because
satu dan dual hal... hhhh
(senyum) => (murid-murid juga tersenyum)
Oya.. ini naskah dramanya... (sambil membagikan naskah) tolong di baca
.. untuk
pemeran tambahan dan figuran sudah saya sesuaikan, jadi
silahkan dihafalkan..
Setelah
membagikan naskah, pak Bryan langsung menyapa Ibu Stefani....
Pak
Bryan : Hai... lagi gelisah...?
Ibu
Stefani : Sok tahu... (cuek)
Pak
Bryan : ... ya, saya tahu...
Ibu
Stefani : Sudahlah.. urusi dramamu saja...
Pak
Bryan : (tampak kecewa) hm,
baik... (sambil merogoh saku) ini hp
mu, tertinggal
di kamar
mandi, Ibu Siska yang menitip pada saya...(langsung
berbalik,
pergi)
Belum
sempat mengucap terima kasih, Pak Bryan sudah terlanjur pergi...
Ibu Stefani merasa bersalah karena sudah
bersikap cuek pada pak Bryan yang sepertinya sudah mulai mengakrabkan diri
dengannya...
Ibu
Stefani : Reno,,, Clara,,
R+C : Iaa buu...
Ibu
Stefani : Kemari, kita latihan....
R+C : (langsung menuju ibu
Stefani, duduk)
Ibu
Stefani : Jadi kira-kira lagu apa yang ingin Clara nyanyikan
nanti...
Mereka
mulai berbincang-bincang mengenai lagu yang akan dinyanyikan...
Terkadang Clara menyanyikan sepenggal
lagu... dan juga Reno bergantian menunjukkan tariannya...
Di
sisi lain, pak Bryan menyuruh Rina untuk menunjukkan aktingnya... namun apa
yang terjadi...???
Pak
Bryan : Rina, coba kamu berakting seperti di naskah bagian ending. Raut wajah
Bahagia....
Rina
mencobanya.... namun tidak bisa.....
Pak
Bryan : Apa kamu tidak bisa melakukannya?...
Rina
kembali mencobanya, namun tetap tidak bisa...
Rina : Saya minta maaf pak... hampir semua adegan dapat saya
lakukan,, namun adegan terakhir ini terasa
sulit sekali... entah mengapa saya tidak
bisa melakukannya ...
Pak
Bryan : Bagaimana bisa...? ini adalah bagian ending yang menarik, dan kamu tidak dapat melakukannya... (kecewa)
Rina : Sekali lagi saya minta maaf pak... kalaupun saya harus
diganti, saya
bersedia..
Pak
Bryan : Baik... Pricilla,
apa kamu bisa...?
Pricilla : Maaf,
tidak bisa pak..
Pak
Bryan : Leni...? Imel...? Rani...? (ketiganya menggeleng)
(Pak
Bryan keluar ruangan)
Pak
Bryan begitu kecewa... bagaimana tidak...? waktunya tinggal hari ini dan besok,
namun pemeran utamanya bermasalah... apa yang akan terjadi nanti..? drama ini
berlanjut, atau di tiadakan...??
Ibu
Stefani menyadari itu, dan diam-diam bertanya pada Clara..
Ibu
Stefani : Apa kamu bisa melakukannya...
Clara : Ya...
sepertinya saya bisa..
Ibu
Stefani : Lalu, apa kamu bersedia jadi pengganti Rina...?
Clara : Hah..? ya kalau memang bagian itu dapat saya lakukan
dengan baik, saya bersedia..
Ibu
Stefani : Bagus... tunggu sebentar yaa... kalian silahkan
melanjutkan latihannya..
Lalu Ibu Stefani keluar menyusul pak
Bryan....
(Tutup Tirai)
Adegan 16
Di
taman...
(Buka Tirai)
Ibu Stefani datang menghampiri pak Bryan...
Ibu Stefani : Bryan... tampaknya kamu begitu
kecewa... (sambil duduk di samping pak Bryan)
Pak Bryan tidak menjawab...
Ibu Stefani : Bagaimana kalau kembali gantikan Rina
dengan Clara...?
Pak Bryan pun menjawab...
Pak Bryan : Awalnya kamu tidak setuju... tapi
kenapa sekarang, kamu menawarkan Clara..?
Ibu Stefani : Selain karena tidak ada yang bersedia
selain Clara, saya sendiri merasa dia juga mempunyai kemampuan
dalam hal ini......
Pak Bryan : ya.. begitupun dengan saya...
Ibu Stefani : sebelumnya
saya minta maaf dan terima kasih...
Pak Bryan : for
what...?
Ibu
Stefani : maaf karena telah membuat waktu persiapannya yang semakin pendek dengan hal seperti ini... andai
saja sejak kemarin saya menyetujui
Clara menjadi pemeran utama... L
Pak
Bryan : No problem Stefani... jadi maksudnya kamu sekarang sudah
setuju Clara jadi
pemeran
utama..?
Ibu
Stefani : Yeah.. thats right... and thanks karena sudah kembalikan
hp saya...
Pak
Bryan : (Tersenyum) ur
wellcome.. J
(Tutup Tirai)
Adegan 17
Buka Tirai)
Pak Bryan dan Ibu Stefani kembali
kedalam ruang seni...
Ibu Stefani menuju ke arah Reno dan Clara...
Ibu Stefani : Bagaimana
latihan kalian...? apa sudah mantap...?
Reno : Ya lumayanlah buu... apa ibu mau melihatnya...?
Ibu Stefani : ee...
boleh, tapi besok saja... saya percaya kalian...
Dan Clara, saya mengijinkan kamu
untuk bergabung dalam drama... di
sana kamu akan menggantikan Rina...
Clara sangat
senang...
Clara : Ah,
yang benar bu...?
Ibu Stefani : Ya,
benar... sekarang kamu boleh pergi bergabung dengan mereka...
Clara : Baik
buu, terima kasih... J (langsung pergi
bergabung)
Reno : Lho... terus, saya bagaimana bu...?
Ibu Stefani : haha...
ayo, kita juga pergi melihat latihannya... (bangkit
berdiri & pergi)
Saat latihan
drama...
Pak
Bryan : Nah baik semuanya, saya dan ibu Stefani sudah memustuskan untuk mengganti Rina dengan Clara...
Christian : Ahh...
tidak bisa pak....
Pak
Bryan : Saya mengerti apa yang kalian maksud... memang Clara sudah
dipilih untuk menyanyi... Tetapi diantara murid perempuan disini tidak
ada yang bersedia...Di sisi lain, Clara juga punya bakat dalam hal ini... otomatis
yang bisa diharapkan hanya Clara... dia pun
menyetujuinya...
semuanya
terdiam...
Evan : Baiklah pak,, kami semua mengerti... untuk itu, mari kita
mulai latihannya... dari pada
membuang-buang waktu....
Pak
Bryan : Terima kasih untuk pengertian kalian semua...
Clara
apa kamu sudah membaca isi naskah...?
Clara : Ya
sudah Pak... J
Mereka
pun mulai membahas satu per satu adegan dalam drama tersebut...
Hingga pada akhirnya...
Pak
Bryan : Jadi, pada adegan 22 nanti setelah Dika menyatakan cinta, perasaanmu haruslah sangat bahagi... saat itu kamu akan duduk di
sebuah bangku di taman....
(mulai mengangkat sebuah bangku dan menata
seolah-olah sedang di
atas panggung)..saat Clara duduk sendirian, nah kalian semua
langsung
datang menghampirinya dari belakang...
tapi satu persatu...
Andre : Ooo
begitu...
Pak
Bryan : Bagaimana...? sudah paham..?
Murid : Sudah
pak...
Pak
Bryan : Ok.. baik (sambil
melihat jam) latihan hari ini cukup sampai disini.
Besok kita
bertemu disini lagi...
Murid : iiaa
pak...
Pak
Bryan : jangan lupa berlatih lebih keras... waktu kita tinggal
satu hari lagi....
Murid : iia
pakk...
Pak
Bryan : silahkan pulang, selamat siang...
Murid : Siang
pak...
Semua
murid dan ibu Stefani bergegas keluar ruangan... pak Bryan keluar paling
terakhir...
(Tutup Tirai)
Adegan 18
Di ruang
guru...
(Buka Tirai)
Kembali seperti kemarin... Ibu Stefani
sendiri di dalam ruang guru...
Pak Bryan datang menghampiri...
Pak
Bryan : Kelihatannya kamu senang keadaan yang sepi...
Setiap hari
selalu pulang paling akhir...
Ibu
Febi : Ya.. dengan sendiri, saya bisa mengingat kembali hal apa
yang telah saya lakukan seharian ini... apakah
semuanya berjalan dengan baik...
ataukah sebaliknya...
Pak
Bryan : Lalu bagaimana dengan hari ini...? berjalan dengan
baik...?
Ibu
Stefani : Sepertinya begitu... hari ini saya merasa ada sesuatu yang
telah lama hilang, dan hari ini, sesuatu
itu telah kembali...
Pak
Bryan : Apa itu...?
Ibu
Stefani : Saya pun tidak tahu...
Pak
Bryan : oh... Stefani...
Ibu
Stefani : hm..?
Pak
Bryan : boleh tanya sesuatu...?
Ibu
Stefani : apa..?
Pak
Bryan : apa kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang...?
Ibu
Stefani : hahah... tidak...
memangnya kenapa...?
Pak
Bryan : baguslah kalau begitu...
Apa kamu
mencintai seseorang...?
Ibu
Stefani : Ya.. tentu...
Pak
Bryan : Siapa...?
Ibu
Stefani : Kamu tidak perlu tahu... lalu bagaimana denganmu...?
Pak
Bryan : oh... sama sepertimu...
Ibu
Stefani : lalu, orang yang kamu cintai...?
Pak
Bryan : ada di depan ku.... J
Sulit
di percaya... saat pak Bryan mengatakan itu, Ibu Stefani jadi salah tingkah...
Ibu
Stefani : Saya...?
Pak
Bryan : Tidak... hantu....
Yaa
kamulah... hm.. langsung saja,
Stefani..... sebenarnya sejak kita berpisah sampai sekarang, saya belum
bisa melupakanmu... selalu memikirkan
kamu...Sampai pada akhirnya saya berpikir, apa salahnya
jika kita mencoba melanjutkan kisah
cinta kita yang sempat
terhenti..... apa kamu mau kembali melanjutkan kisah ini...?
Hal
inilah yang ditunggu-tunggu Ibu Stefani...
Sebab ia juga masih sangat mencintai Pak
Bryan... ^^
Ibu
Stefani : (tersenyum J) hm.. baiklah...
Mulai hari
ini.. kisah kita berlanjut. (keduanya
saling menatap dan
tersenyum
J)
(Tutup Tirai)
Konflik
antara Pak Bryan dan Ibu Stefani akhirnya selesai.... Tapi masih ada yang belum
selesai... apa itu...?
Tetap saksikan drama kami untuk
mengetahui kelanjutannya.... ^^
Adegan 19
Di sekolah...
(Buka Tirai)
Di depan ruang guru... ibu Stefani yang
masih rapih dengan tas jinjingnya berdiri sambil melihat jam tangannya... ia
menunggu seseorang.. kemudian datang
pak Bryan,,
Pak
Bryan : Sorry sudah membuatmu menunggu...
Ibu
stefani : Tak masalah...(melipat
tangan)... hal ini pun tidak pernah berubah...
Pak
Bryan : hehe... (menggaruk
kepala)
Dari
kejauhan terlihat Dika yang sedang berjalan menuju arah mereka....
Tiba-tiba muncul sebuah ide dalam benak
pak Bryan...
Pak
Bryan : Dika..... kesini sebentar...
Ibu
Stefani : Apa-apaan ini... (bicara
pelan)
Dika : (menghampiri) bagaimana
Pakk...?
Tampaknya
Dika sudah melupakan yang pernah terjadi antara ia dan Ibu Stefani...
Pak
Bryan : saya sedikit mengubah dialog naskah bagian terakhir antara
kamu dan Clara... jadi ini (sambil memberikan naskah yang sejak tadi
di pegang)
naskahnya, karena hanya ada satu, silahkan kalian lihat bersama...
Dika : hah..
Pak
Bryan : kenapa...?
Dika : tidak pak. Permisi (langsung
balik dan pergi)
Begitu
Dika pergi....
Ibu
Stefani : Sekarang saya tahu maksudnya.... J
(Tutup Tirai)
Adegan 20
(Buka Tirai)
Di
ruang seni.... semuanya sedang
berlatih...
Dika duduk sendirian melihat-lihat
naskah... namun yang dipikirkan adalah Clara...
Sejak perbincangan mereka di taman
sampai sekarang mereka belum bicara satu sama lain...
Bagaimana caranya agar Ia bisa menunjukkan
naskah itu pada Clara dan melihatnya bersama...
Sesekali ia melirik ke arah Clara yang
sedang berlatih dengan Reno...
Pada
akhirnya ia memutuskan untuk menghampiri Clara...
Dika : (berjalan
ke arah Clara) Clara............ (ragu-ragu)
Clara : Ya...?
Dika : Terjadi sedikit perubahan pada dialog kita bagian
terakhir...
Karena
naskahnya hanya satu,, mari kita lihat bersama...
Clara : (saling lirik dengan Reno) hm... baiklah,
kemari duduk di sini... (menunjuk
bangku kosong di sebelahnya)
Dika : hm.. (sambil duduk) ini naskahnya....
Mereka
berdua melihat bersama naskah itu...... terkadang mereka tertawa bersama....
Terlihat akrab.... Dika yang biasanya
terlihat kaku dengan keadaan... kini mulai terbiasa...
Karena
merasa di cueki,, Reno akhirnya pergi meninggalkan Dika dan Clara
sendiri........
Kesempatan tersebut, Dika gunakan untuk
membicarakan satu hal...
Dika : Clara...
Clara : iaa...
Dika : Saya minta maaf,, telah menyakiti perasaanmu saat di taman
waktu itu...
Clara : oh..
tidak masalah... semuanya telah berlalu... Lupakan saja kejadian
ituJ
Dika : Tapi,, saat itu, sepertinya ada yang ingin kamu katakan...
apa itu?
Clara : ee...
tidak.. bukan apa-apa...
Dika : oh ya..?
Clara : hm...
yaa...
Dika : kalau begitu, saya yang akan mengatakan sesuatu...
Raut
wajah Clara mulai berubah.... ia mulai
salah tingkah...
Dika : Clara... sebenarnya saya....
Clara : hm...
Dika : saya....
Tiba-tiba
Pak Bryan dan Ibu Stefani masuk.........
Pak
Bryan : Good morning all.......... (semangat)
Murid : Moorrniiiinggg....
Pak
Bryan : Bagaimana latihan kalian...... kami sengaja masuk
terlambat agar kalian bisa latihan sendiri...
Christian : Ciee...
kompaakk ooww.....
Ibu
Stefani : sstt....
Murid : Huuu...
huu...
Pak
Bryan mengalihkan perhatian....
Pak
Bryan : Sstt.. sudah-sudah... cukup..!!
Dika...
Clara silahkan tunjukkan hasil latihan kalian....
Dika
dan Clara maju kedepan.... keduanya berdiri saling berhadapan....
Dika memegang tangan Clara...
Ibu
Stefani : Andre....
Andre : Ia
buu..
Ibu
Stefani : Tolong ambilkan satu bangku...
Andre : (Langsung mengambil bangku)
Ketika
berjalan menuju arah Ibu Stefani,, tiba-tiba Pak Bryan mengambil kursi itu dan
menaruhnya untuk ibu Stefani....
Rina : cie.. ciee...
Rani : jangan- jangan....
Reno : ohh ternyata...
Murid : hahahahha
Pak
Bryan : Sttst... Dika lanjutkan...
Dika : Clara.... sudah lama saya memendam perasaan ini...
perasaan
dimana saya selalu merasa terganggu dengan
adanya kamu
didalam pikiran saya setiap saat... sebelumnya saya minta maaf,
saya
menyesal pernah membuatmu menangis.. Sampai pada
akhirnya
saya memutuskan ini adalah waktu yang tepat untuk
mengungkapkannya...
(memegang tangan clara) Clara....
apakah kamu mau jadi kekasih saya.....?
Clara : Dika...
terimakasih untuk perasaan mu... tapi...
Dika : Tapi...
Clara : Tapi
saya tidak bisa menolaknya... saya harus menerimanyaJ
Dika : Terima kasih...
Seisi
kelas terdiam....
Pricilla : ohh...
So sweet...
Pak
Bryan : (tepuk tangan)
yaa... baguss... seperti itu...
Ibu
Stefani : tidak salah memilih kalian berdua..... kalian terlihat
begitu serasih...
Andai saja,
kalian benar-benar pacaran...
Pak
Bryan : baiklah... bagaimana dengan yang lainnya... ?? Reno..?
Reno : ia pak..
Pak
Bryan : tunjukkan hasil latihanmu....
Reno
maju ke depan...
Reno : pak... karena waktunya terbatas saya hanya akan
menunjukkan tariannya sedikit...
Ibu
Stefani : tidak masalah... lanjutkan...
Reno
mulai menari..... gerakkan badannya begitu lincah.... memang penampilannya
hanya sebentar, namun cukup mengibur.. Reno begitu percaya diri sehingga Ibu Stefani
mengijinkannya untuk tampil..
Pak
Bryan : Yaa... bagus...
terus berlatih dengan waktu yang tersisa ini Reno...
Reno : baik pak..
Pak
Bryan : Lalu murid yang lain bagaimana...?
Oh ya
Christian...
Christian : ia
pak..
Pak
Bryan : Nanti setelah selesai drama, kamu langsung berdiri didepan
mengambil gambar.. ok..
Christian : ok
Paaakk....
Ibu
Stefani : Clara... sekarang kamu duduk di sini... lakukan adegan 22...
Leni..
Imel.. semuanya... siap-siap... masuk satu-satu....
Mereka
semua berlatih sungguh-sungguh untuk besok.... semuanya tampak lebih baik... Semoga
acara besok dapat berlangsung pula dengan baik...
Ibu
Stefani : baik semuanya.... kumpul di sini...
Semua
murid bergegas berkumpul....
Ibu
Stefani : Latihan kita sampai di sini... semuanya sudah selesai...
tinggal kita
menunggu besok... semoga semuanya berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan... Sebelum kita mengakhiri latihan hari ini, apakah ada
pertanyaan...?
Leni : Ibu... besok kami berpakaian apa...?
Ibu
Stefani : Oh ia ya... hampir
lupa.... untuk semuanya waktu drama, menggunakan seragam putih abu-abu...
karena drama ini berkisah tentang
masa-masa SMA... Reno dan Clara juga
begitu, tetapi saat bernyanyi
nanti boleh mengganti pakaian....
Leni : Baik bu..
Ibu
Stefani : baik.. kalau begitu sekarang semuanya boleh
pulang.... terus berlatih
di rumah ya... selamat siang...
Murid : siang
buu....
Semua
murid keluar ruangan..
Hari ini Reno, Rani, Rina, Imel dan Leni
pulang sekolah bersama... dalam perjalanan...
Reno : aduh.... jadi tak sabar menunggu hari esok..
Imel : cape deh...!!
Rina : ya.. kita lihat saja besok... mudah-mudahan berjalan
dengan lancar...
Leni : amin...!!
Merekapun tertawa bersama...
(Tutup Tirai)
Keesokan
harinya...
(Buka Tirai)
Hari ini adalah hari dimana perayaan
ultah sekolah akan dirayakan... para murid sibuk membenahi panggung yang akan
digunakan... terlihat sosok Reno yang sedang berlatih di samping panggung... Clara,
Pricilla, Leni, Imel sedang menata bunga-bunga di sekitar panggung....Evan dan
Dika mengatur kursi-kursi... Christian dan Andre menata tirai.. lalu bagaimana
dengan Pak Bryan dan Ibu Stefani....?? mereka berdua masing-masing sedang
memberi arahan pada murid-murid... sejam kemudian pukul 08:00.. para tamu
undangan telah berdatangan.. menjelang pukul 09:00 acara diintruksikan untuk
segera dimulai...
Saat itu juga Dika mengajak Clara untuk
pergi sebentar ke taman....
Dan acara pun dimulai tepat pukul 09:00..
sambutan-sambutan dari berbagai pihak pun dimulai...
(Tutup Tirai)
Adegan 21
Di taman...
(Buka Tirai)
Sementara acara sambutan berlangsung...
Dika dan Clara duduk berdua di bangku taman....
Dika sudah semakin menyukai Clara... Dan
ia ingin mengungkapkan itu sebelum mereka memulai drama....
Clara : untuk
apa kamu mengajak saya kesini...??
Dika : saya ingin mengatakan sesuatu....
Clara : apa...???
Dika : Clara.. sebenarnya saya.. (terhenti
sebentar. sambil menarik napas ragu2)
Tiba-tiba..
dari kejahuan.. muncul sosok 3 orang yaitu Reno,Rina, dan Rani... mereka
bertiga melintas di depan Clara dan Dika.. tapi tak satupun dari mereka
menyadari bahwa Dika dan Clara sedang berdua di taman.. setelah beberapa detik
melintas di depan Dika dan Clara..barulah mereka menyadarinya...
Rina : oh my GOD.. oh my God... oh my GOD...!!
Reno : sedang apa kalian berdua di sini...??
Dika
dan Clara tak menjawab.. mereka terlihat malu-malu...
Rani : oh... ternyata....
Rina : apa urusan kita...?? Rani, Reno.. ayo kita pergi...
Mereka
bertiga pergi.. namun sebelumnya...
Reno : kita harus bersiap-siap, segera ke samping panggung...
Mereka
bertiga kembali pergi.. tidak ada waktu lagi untuk Dika mengungkapkan
perasaannya.. tanpa melanjutkan perbincangan mereka yang terpotong tadi...
mereka berdua segera bergegas kembali ke tempat acara...
Sesampainya
di sana...tiba saatnya Clara mengisi acara dengan sebuah lagu.. ketika hendak
naik ke atas panggung....
Dika : S’mangat....!!! J
Clara : Terima
kasih....
Clara
naik ke atas panggung..
Clara : baik
hadirin dan teman-teman.... lagu yang akan saya bawakan ini
menggambarkan
perasaan saya saat ini...
Clara
mulai bernyanyi.... Dika memperhatikannya... lagunya begitu menyentuh..
menggambarkan perasaan Clara saat ini.. setelah Clara bernyanyi, sekarang
giliran Reno untuk tampil... tampaknya ia begitu gugup... sejak tadi terlihat
gelisah...
Ibu
Stefani : kamu gugup Reno..??
Reno : ia bu... sedikit...
Ibu
Stefani : tak masalah... semuanya pasti berjalan dengan baik..!!
S’mangat... J
Reno
naik ke atas panggung... ia memulai tariannya... tak begitu lama hanya sekejap,
namun cukup menghibur...
Selesai
menari.. Reno turun dari panggung, dan mereka semua mempersiapkan drama mereka
yang kemudian akan tampil 15 menit lagi...
Clara : Dika...
sebenarnya apa “yang ingin kamu katakan nanti”..??
Dika : sesuatu yang sangat penting...
Tiba-tiba....
Pak
Bryan : apa kalian semua sudah siap..??
Murid : sudah
pak....!!
Dika : tidak ada waktu lagi.... yang saya katakankan, ada di
adegan 22 nanti...
Clara : ha...??!!
Pak
Bryan : Clara... cepat segera naik ke atas panggung...
Drama
dimulai... adegan demi adegan dilewati.. hingga pada adegan 22..
Clara sedang menyapu ruang kelas..
dilihat sahabat-sahabatnya yang sedang bersama dengan kekasihnya
masing-masing.. rasanya begitu asik.. sahabat baik telah dimilikinya... namun
sosok seorang kekasih belum pernah hadir dalam hidupnya.. yang ada hanyalah patah
hati yang pernah menghiasi kisah cintanya... dalam kegalauannya.. orang yang
membuatnya patah hati datang menyatakan sebuah kebenaran... sosok seorang
laki-laki berdiri di depannya... apa yang terjadi....????
Dika : Clara.... sudah lama saya memendam perasaan ini...
perasaan dimana saya selalu merasa terganggu
dengan adanya kamu didalam pikiran
saya setiap saat...sebelumnya
saya minta maaf, saya menyesal
pernah membuatmu sedih.. Sampai pada akhirnya saya memutuskan ini adalah waktu
yang tepat untuk
mengungkapkannya...
(memegang tangan clara)
Clara.... apakah kamu mau jadi kekasih saya.....?
Clara : Dika...
terimakasih untuk perasaan mu... tapi...
Dika : Tapi...
Clara : Tapi
saya tidak bisa menolaknya... saya harus menerimanyaJ
Dika : Terima kasih...
(Tutup Tirai)
Kisahnya
pun kini sudah diwarnai dengan perasaan saling mencintai.... betapa bahagianya,
apa yang diharapkannya benar-benar terjadi.. dan pada akhirnya..
(Buka Tirai)
Clara
sedang duduk di sebuah bangku di taman,, ditemani alunan musik... sambil
menikmati keadaan itu... teman-teman datang satu persatu.. kemudian ia berdiri
dan berkata...
Clara : Terima
kasih Tuhan.... Engkau masih menyertai Aku sampai saat ini... Terima kasih teman-teman
telah memberikan warna dalam hidupku...
Aku bahagia dengan ini... akhirnya aku bersama dia cinta pertamaku
yang ku cinta... setelah melewati hari penuh kesedihan...................................
Inilah akhir dari kisah cintaku..... kisah
antara “AKU, DIA,
dan MEREKA”
Nah, itulah
akhir kisahnya... Kedatangan Pak Bryan, ternyata membawa pengaruh baik bagi
hubungan Clara & Dika.. Pada akhirnya Pak Bryan kembali dengan Ibu stefani
dan Clara jadian dengan Dika...
Ibu Guru dan
teman-teman,, demikianlah drama yang kami lakonkan... kurang lebihnya kami
mohon maaf...
Terima kasih
telah setia menyaksikan drama kami dari awal hingga akhir...
Semoga drama kami
tadi telah berhasil menghibur Ibu Guru dan teman-teman semua....
SEKIAN DAN
TERIMA KASIH
