Minggu, 06 Mei 2018

Ikan

Malam ini..  23:06, di Kefamenanu,  di dalam ruang tak bercahaya.. Tubuh yang letih dan sepotong selimut berwarna biru muda meminta saya menulis......

Saya beri judul, "Ikan"

Berdasarkan pengamatan selama beberapa tahun terakhir, saya mengidentifikasi ada 2 jenis ikan berdasarkan umpan di "dunia ini"... :
1. Ikan yg sudah diberi umpan,  namun tak kunjung mendekat ke mata kail.
2. Ikan yg tidak diberi umpan,  namun selalu mencari kalau-kalau ada mata kail di sana.

Kesimpulan, 
dalam konteks perikanan sewajarnya ikan jenis 1 lah yang cerdas, dan ikan jenis 2 lah yang bodoh.
Tetapi dalam konteks "dunia ini" ..
betapa bodohnya ikan jenis 1, dan betapa menyebalkannya ikan jenis 2..

Oh ikan!

Fyi : sebelum tahu bahwa hal konyol ini akan ditulis,  sy telah menghabiskan sepotong ikan pepes dengan pengorbanan dan kesabaran.  Ada beribu duri manis yang perlu disingkirkan,  agar tidak melukai.

Sekian.🌹

Minggu, 18 Maret 2018

Thanks God

Malam ini si aku menyuruh saya menulis begini....
.
.
Hari ini saya bahagia..

Hari ini Tuhan tunjukan bahwa Dia mau pakai saya..  Dan saya siap!
.
.
Aku mungkin pernah bermimpi berada dalam ruang dan waktu itu..  Tapi sungguh,  itu hanya mimpi..
Jika ada daftar hal yang ingin kulakukan dalam hidup ini,  bisa ku pastikan menjadi seorang "pembawa kabar gembira" tidak akan ada dalam pilihan di daftar itu..   Kenapa?  "Bukan jalanku"..
Haha,  sungguh jawaban bodoh.. 

Jika Dia bilang "Ya"...  Siapa punya kuasa bilang "tidak" ?

.
.

Terima kasih Tuhan,  ini saya..  Pakai saya.. Tuntun saya agar berkembang dan semoga menjadi berkat buat semua orang..  😇
.
.

Sekian.  🌹

Jumat, 16 Maret 2018

Menghargai

Malam tadi ku menulis,

Kali ini kurajut ungkapan hatiku dalam bahasa tidak asing.
Bunyinya :

"I am just doing what you are doing to me..  If you don't know why,  so do I.. If you are confused,  so am I..  If you are annoyed,  so am I..
Let's make it easy,  KINDNESS BEGETS KINDNESS. "
Be positive!

Maknanya sangat dalam jika kau paham.  Semakin dewasa semakin sadari bahwa menghargai adalah 1 dari sekian hal paling sederhana yang masih sulit dilakukan...
Hal ini tidak akan menarik untuk kutulis,  jika tidak ada subjek yang memerankannya..
Benar,  temanku adalah subjeknya...

Ah,  sebenanya ini tulisan yang buruk..  Untuk pertama kalinya aku tidak tahu bagaimana menceritakannya, kemudian mengakhiri tulisan ini...

sekian.. 🍂

Ku katakan itu,  tapi mungkin suatu saat aku akan kembali memberi akhir padanya..  😅

Jumat, 02 Maret 2018

Suasana dan Rasa

Kam. feb.  8 2018..

pagi ini ku menulis..
Isinya penyesalan.
Jangan tanya mengapa,  karna ku tak kuasa membendungnya.
Jangan bilang ini hanya tentang diriku. Tidak.  Dia juga.

Iya,  kala itu ku akui ada suasana dan ada rasa. Mereka bekerjasama membuatku terbang, dan sialnya aku melayang di sana.

Lalu ketika ku menulis,  aku sedang berada di sini.. Ya, kau benar, aku sudah jatuh..  dan jika kau ingin tahu bagaimana rasanya,  kuberitahu, ini bukan tentang sakit pada ragaku tapi amarah dalam jiwaku..  itu rasanya..  jatuh,  dan amarah. . hahaha.. terserah jika kau anggap aku berlebihan..

Ku bilang,  aku tidak menyesal pernah melayang di sana. Itu terlalu manis,  kau tahu aku menikmatinya.  Tapi caraku kembali ke sini, itulah sesalku.. 

Atas nama rasa, ku imani aku benci..
Hei.. bukankah suasana dan rasa berteman..?  harusnya mereka tetap bersama ketika ku benci..
Tapi tunggu dulu.. sebenarnya ini bukan tentang suasana ataupun rasa...  Tapi tetap saja ini juga penting kujabarkan agar kalian & dia tau mengapa aku benci. .

Sekian ~ 🌹

Jumat, 23 Februari 2018

Bukan Pemain

Pagi ini ku menulis..

Benar,  bunga memang indah...
Tapi sayang,  dia sedang tertidur ketika kupandang..  Ya,  dia bunga tidur...

Ia memaksaku harus menulis pagi ini..

Kala itu sebut saja aku,  dia, kami  sedang dalam sebuah permainan..
Ini konyol, ku rasa kami sedang mempermainkan sebuah benda ke sana dan ke mari... Menarik.

Kini giliranku...  kulakukan senormal mungkin,  walau ku yakin dia dan aku tahu ada yg asing di sana..

Benda itu bergerak dariku..  Aku tidak tau secara pasti apakah itu bergerak cepat ataukah terlalu cepat.. 

Dan kali ini dia di sana,  menangkapnya secara tiba-tiba..
Dan kau tahu,  ku sebut ini kesalahan.. Ia menggenggam benda itu sebelum waktunya..   Ku berani berkata setelah ku sadari sebenarnya sebelum permainan dimulai,  di sana ada batas di mana kami harus berdiri..
Batas itu tidak kami janjikan,  tapi secara alami kami tahu itu ada.
Kini 1 kakinya telah melewati batas..
Tepat!  Itu salah.

Oke,  permainan mungkin tetap berlanjut,  tapi ku beritahu,  selanjutnya adalah hal yang aku atau mungkin dia juga,  merasa benci. .

Ingin mengakhiri,  sayang..

Ya ya ya...  Menyesal!
Kami, dia dan aku terburu-buru..
Dan apapun yg dilakukan dengan cara itu, hasilnya tidak akan pernah baik..
Percayalah...  Ini bukan pertama kali untukku..

Setelah bagian itu kutulis..
Ku sadar, dan kubenarkan.  Saat itu kami hanya sedang mempermainkan,  bukan memainkan..  Jangan salahkan siapa, karena sebenarnya kami bukan pemain.

Dengan senyum tanpa kerutan di sudut mataku, untuk pagi ini tulisanku berakhir. 😀

Sekian 🌹

Senin, 19 Februari 2018

Unreadable!

Pagi ini ku kembali menulis,
setelah kudapati membaca itu melelahkan, tapi tetap ku suka..

Kau tahu,  aku menulis sesuatu yang tak bisa dibaca!

Sekian. 🌹