Pagi ini ku menulis..
Benar, bunga memang indah...
Tapi sayang, dia sedang tertidur ketika kupandang.. Ya, dia bunga tidur...
Ia memaksaku harus menulis pagi ini..
Kala itu sebut saja aku, dia, kami sedang dalam sebuah permainan..
Ini konyol, ku rasa kami sedang mempermainkan sebuah benda ke sana dan ke mari... Menarik.
Kini giliranku... kulakukan senormal mungkin, walau ku yakin dia dan aku tahu ada yg asing di sana..
Benda itu bergerak dariku.. Aku tidak tau secara pasti apakah itu bergerak cepat ataukah terlalu cepat..
Dan kali ini dia di sana, menangkapnya secara tiba-tiba..
Dan kau tahu, ku sebut ini kesalahan.. Ia menggenggam benda itu sebelum waktunya.. Ku berani berkata setelah ku sadari sebenarnya sebelum permainan dimulai, di sana ada batas di mana kami harus berdiri..
Batas itu tidak kami janjikan, tapi secara alami kami tahu itu ada.
Kini 1 kakinya telah melewati batas..
Tepat! Itu salah.
Oke, permainan mungkin tetap berlanjut, tapi ku beritahu, selanjutnya adalah hal yang aku atau mungkin dia juga, merasa benci. .
Ingin mengakhiri, sayang..
Ya ya ya... Menyesal!
Kami, dia dan aku terburu-buru..
Dan apapun yg dilakukan dengan cara itu, hasilnya tidak akan pernah baik..
Percayalah... Ini bukan pertama kali untukku..
Setelah bagian itu kutulis..
Ku sadar, dan kubenarkan. Saat itu kami hanya sedang mempermainkan, bukan memainkan.. Jangan salahkan siapa, karena sebenarnya kami bukan pemain.
Dengan senyum tanpa kerutan di sudut mataku, untuk pagi ini tulisanku berakhir. 😀
Sekian 🌹